perbandingan partikelboard dan multiplex

PartikelBoard Vs Multiplex – Sebagaimana yang sudah kita ketahui bahwa dunia konstruksi kerap menghadirkan inovasi-inovasi menarik dari masa ke masanya. Hal itu pun terbukti, dimana saat ini ada banyak sekali jenis-jenis material olahan yang tersedia dipasaran. Ya, salah satunya berupa wood engineering atau produk kayu olahan.

Pembuatan produk kayu olahan itu sendiri bertujuan untuk menekan biaya operasional agar lebih murah. Pasalnya, penggunaan kayu asli sebagai bahan dasarnya memang membutuhkan ongkos yang sangat mahal.

Bukan hanya itu, proses pengerjaannya pun bisa memakan waktu yang lama. Maka dari itu, hadirlah produk kayu olahan yang lebih praktis dan ekonomis. Terdapat berbagai jenis kayu olahan, yang mana pada masing-masingnya tentu memiliki ciri khas tersendiri.

Nah, secara kebetulan juga pada kesempatan kali ini akan membahas beberapa jenisnya, yakni berupa partikelboard dan multiplex. Maka dari itu, simaklah baik-baik ulasan di bawah ini.

Mengenal Partikel Board

mengenal partikel board

Partikel Board merupakan sebuah produk kayu olahan yang terbuat dari bahan limbah kayu. Adapun proses pembuatannya yang dilakukan dengan cara dipanaskan dan di press, sehingga terbentuklah lembaran atau lempengan yang menyerupai kayu.

Agar tahan terhadap perubahan cuaca dan serangan rayap, biasanya Partikel Board ini akan diberi lapisan Wax. Setelah resin, maka bahan kimia dan serbuk kayu akan dijadikan satu sehingga teksturnya menjadi padat.

Bukan hanya itu, bobot dari Partikel Board juga akan di ratakan agar papannya terasa lebih ringan. Itu sebabnya, mengapa produk Partikel Board tidak mampu menahan beban yang terlalu berat Biasanya partikel board kerap dijadikan untuk pembuatan berbagai jenis furniture, seperti meja, lemari, hingga flooring.

Baca Juga : Laminate Flooring Pengganti Lantai Kayu Solid

Keunggulan Partikel Board

  • Memiliki bobot yang lebih ringan dibanding jenis kayu olahan lainnya
  • Menawarkan harga yang lebih murah
  • Memiliki struktur yang stabil sehingga membuatnya tidak mudah bengkok
  • Mudah ditemui dipasaran

Kekurangan Partikel Board

  • Tidak mampu menopang beban berat
  • Tingkat keawetannya yang tidak terlalu bagus
  • Tidak terlalu tahan terhadap perubahan cuaca
  • Tidak ramah lingkungan
  • Membutuhkan perawatan khusus

Mengenal Multipex

mengenal multiplex

Multiplex atau yang biasa kita sebut dengan istilah triplex merupakan produk kayu olahan yang terbuat dari kumpulan lembaran veneer kayu. Pada umumnya, papan veneer kayu tersebut akan ditekan dan diikat menjadi satu bagian solid.

Biasanya proses penempelan Multiplex akan dilakukan dengan melawan arah serat, yang bertujuan untuk membentuk ikatan. Spesifikasi Multiplex akan dinilai dari beberapa aspek, mulai dari ketebalan, kerekatan, serta proses pemadatan veneer.

Multiplex terdiri dari beberapa lapisan venner kayu yang umumnya berjumlah tiga lapis. Pada masing-masing tipe Multiplex mempunyai tingkat ketahanan yang berbeda-beda. Ya, semakin tebal ukurannya, maka akan semakin kuat pula data tahan dari Multiplex tersebut.

Keunggulan Multiplex

  • Mudah dibentuk dan bisa dipasang dimana saja
  • Bobot yang lebih ringan dan mudah didaur ulang
  • Tekstur permukaan yang lebih halus
  • Meyediakan beragam ukuran sehingga dapat dipilih sesuai kebutuhan
  • Tidak mudah mengalami pemuaian dan penyusutan
  • Dapat bertahan di cuaca ekstrim khas Indonesia

Baca Juga : Mengenal Kayu Meranti, Jenis Kayu yang Paling Dibenci Rayap!

Kekurangan Multiplex

  • Proses finishing yang bisa memakan waktu lama
  • Tingkat presisi ketebalannya yang kurang bagus
  • Bagian permukaannya cenderung bergelombang (untuk jenis multiplex yang murah)
  • Tidak sepenuhnya kuat terhadap perubahan cuaca ekstrim
  • Tidak cocok dijadikan sebagai material utama pada furniture

Mengenal Produk Kayu Olahan Lainnya

Selain partikel board dan multiplex, tentu saja masih ada beberapa jenis produk kayu olahan lainnya yang dapat kita jumpai dipasaran. Adapun mengenai jenis kayu olahan lainnya yang harus anda ketahui seperti dibawah ini:

1. Plywood

jenis kayu olahan - plywood

Plywood atau yang sering disebut dengan nama kayu lapis, adalah material berbentuk lembaran irisan kayu berukuran tipis (veneer) yang ditumpuk berlapis-lapis sampai mencapai ketebalan tertentu. Lembaran kayu tipis tersebut kemudian akan disatukan menggunakan lem khusus dan mesin, sehingga terbentuklah lembaran-lembaran papan. Kekuatan inti pada plywood ini terdapat di seratnya yang menyilang / tegak lurus.

Jika lembar pertama seratnya horizontal, maka lembar di atasnya mengusung serat vertikal, kemudian di atasnya lagi memiliki serat horizontal, dan seterusnya. Dengan kata lain, pada tiap lapisan kayu akan dipasang berselang-seling agar bisa memberikan kekuatan dan kekakuan terhadap susunan lembar-lembar kayu tersebut, sehingga ia mampu menahan beban serta menghambat keretakan.

Biasanya bobot plywood lebih berat dari blockboard, serta teksturnya pun tidak bisa dilengkungkan. Untuk urusan harga, plywood memang agak mahal jika dibandingkan dengan particle board maupun fiberboard.

Ukuran lembaran plywood pada umumnya sekitar 2440 mm x 1120 mm dengan ketebalan yang berkisar 4 mm, 6 mm, 9 mm, dan 12 mm. Namun, terdapat salah satu kekurangan dari plywood, yakni tidak tahan terhadap air.

Hal tersebut dikarenakan daya rekatnya menggunakan lem, sehingga plywood terkena air secara terus-menerus maka akan membuatnya terlepas.

Artikel Menarik Lainnya : Perbandingan Lantai Granit Motif Kayu Vs Lantai Kayu Asli

2. Blockboard

jenis kayu olahan - blockboard

Blockboard terdiri dari potongan kayu kecil yang berukuran 4 hingga 5 cm, yang kemudian akan dipadatkan menjadi lembaran papan. Potongan kayu yang digukanan harus memiliki tekstur lunak. Adapun mengenai ketebalan blockboard yang terbagi lagi menjadi dua bagian, yakni ketebalan 15 mm dan 18 mm.

Sedangkan ukuran panjang dan lebarnya sekitar 240 cm x 120 cm, yang mirip dengan ukuran tripleks. Jenis olahan kayu yang satu ini memang banyak diminati untuk bahan baku pembuatan lemari dan rak. Dikarenakan blockboard terbuat dari bahan kayu bertekstur lunak, tentu saja daya tahannya pun tidaklah terlalu kuat.

Itu sebabnya, mengapa harga blockboard lebih murah jika dibandingkan degan harga triplek. Kendati demikian, namun plywood ini dinilai masih lebih baik ketimbang jenis particle board.

Deikianlah ulasan singkat seputar perbandingan LDF, MDF, HDF, dan material lainnya pada olahan kayu, sehingga bisa kita jadikan sebagai bahan penambah wawasan.

3. Fiberboard

jenis kayu olahan - fiberboard

Fiberboard adalah salah satu jenis produk komposit yang bahannya terbuat dari partikel-partikel kayu, kemudian diikat dengan menggunakan perekat sintesis maupun bahan perekat lainnya.

Fiber board mempunyai sifat yang fleksibel sehingga membuatnya mudah dibentuk. Meski teksturnya fleksibel, namun fiber board tingkat ukuran dan kekuatan fiber board ini sudah terbukti konsisten. Dari segi bobot, mungkin fiberboard ini memang lebih berat dibanding lainnya.

Mengapa demikian? Pasalnya, komposisi fiberboard terbuat dari bahan kimia resin. Adapun mengenai berbagai variasi finishingnya seperti berikut :

  • Cat kayu
  • veneer
  • PV (Polyvynil Carbonate)
  • HPL
  • Paper Laminated

Demikianlah ulasan singkat mengenai perbandingan partikelboard, multiplex, dan kayu olahan lainnya. Dengan begitu, anda bisa mengetahui karakteristik pada masing-masing jenis kayu olahan tersebut.

Scroll to Top