Lebih Mengenal Atap Sirap Kayu Sebelum Menggunakan

rajawali parquet atap sirap 1
Rate this post

Atap sirap kayu, merupakan salah satu jenis lapisan penutup atap yang sudah jaman dulu digunakan. Walaupun akhir-akhir ini penggunaannya sudah banyak tergantikan oleh berbagai jenis atap lain yang lebih efisien, seperti atap genteng, atap Spandek dan atap Beton.

Penggunaannya saat ini memang semakin berkurang karena ketidak praktisannya. Sehingga kamipun tidak terlalu merekomendasikan jenis atap satu ini untuk digunakan pada hunian konvensional.

Adapun atap ini tetap layak diperhitungkan untuk beberapa hunian, seperti untuk atap Gazebo, atap rumah adat, atap pertunjukan dan atap-atap untuk hunian dengan gaya tradisional.

Bagi anda yang penasaran mengenai atap satu ini, mari kita lebih mengenal atap sirap kayu dari plus minus, jenis kayu paling rekomendasi dan tips menggunakannya.

rajawaliparquet lantai kayu jati lapangan

Tertarik menggunakan lantai kayu di rumah? Yuk konsultasikan sekarang:

Baca juga : 10 Kelebihan Atap uPVC, Yang Di Klaim Sebagai Atap Terbaik

Mengenal Apa itu Atap sirap kayu

atap sirap kayu Ulin kalimantan

Atap sirap adalah jenis genteng yang berbahan kayu, ukurannya biasanya lebih kecil dari genteng, kemudian di susun sedemian rupa agar bisa menutupi seluruh area atap dengan sirap kayu.

Dalam dunia konstruksi, atap sirap adalah karya seni dari kepingan-kepingan kayu yang teratur. Masing-masing kepingan kayu memiliki karakteristiknya sendiri, baik itu kotak, meruncing, atau membulat pada sisi tertentu, menciptakan tampilan yang unik dan memukau.

Jenis Kayu Untuk Atap Sirap

Bahan utama yang digunakan untuk atap sirap kayu umumnya berasal dari kayu tipe keras yang tahan cuaca. seperti Ulin, Merbau atau Bengkirai. mari kita uraikan satu persatu.

1) Atap Sirap Kayu Ulin

Salah satu jenis yang paling umum dikenal, atap sirap kayu ulin memiliki kepopulerannya di Kalimantan. Kayu ulin, atau yang dikenal sebagai kayu besi, memikat hati dengan kekuatan dan ketahanan cuacanya.

harga Atap sirap kayu Ulin kalimantan

Sebagai bahan atap sirap, kayu ulin sering digunakan, menghadirkan keindahan dan kekuatan yang tak tertandingi. Dalam sejarahnya, kayu ini bahkan digunakan sebagai bantalan rel kereta api dan tiang listrik.

Informasi product Mengenal beragam product kayu Ulin

2) Atap Sirap Kayu Merbau

Kayu merbau, atau dikenal sebagai Mollucan ironwood, juga menjadi pilihan yang tangguh sebagai bahan atap sirap. Kekuatannya tidak kalah dengan ulin atau merbau, membuatnya menjadi alternatif yang andal. Merbau, yang tumbuh di wilayah timur Indonesia, menjadi solusi yang baik, terutama mengingat semakin ketatnya perdagangan kayu ulin.

Kayu merbau lebih populer dan banyak digunakan untuk area lantai dan decking. Bagi yang pensaran, bisa lihat lebih detail disini : Lantai Kayu Merbau: Pilihan Terbaik Populer

3) Atap Sirap Kayu Bangkirai

Kayu bangkirai, atau dikenal sebagai kayu benuas atau kayu anggelam, juga memberikan kontribusi signifikan dalam dunia atap sirap. Tumbuh melimpah di Kalimantan, bangkirai menjadi alternatif yang baik sebagai material atap sirap ulin. Keandalannya dalam menghadapi perubahan cuaca menjadikannya pilihan yang tak kalah menarik dibandingkan dengan kayu ulin.

Decking kayu Bengkirai untuk outdoor

Kayu bengkirai cukup sering digunakan sebagai decking karena harga lebih terjangkau dari pada kayu ulin tapi kualitasnya cukup bagus.

Baca juga : Harga decking kayu Bengkirai

Kelebihan Atap Sirap

Mengenal jenis atap rumah sirap kayu

Kenapa harus menggunakan atap sirap kayu? Simak beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan ketika menggunakannya :

a. Tampilan Visual yang Khas

Salah satu daya tarik paling kuat dari atap sirap adalah tampilannya yang benar-benar anggun. Serat kayunya menghadirkan kesan alami yang tidak bisa ditiru oleh bahan atap lain. Menariknya, seiring waktu warna kayu akan berubah dan menghasilkan tampilan yang semakin estetik, sebuah karakter alami yang membuat rumah terlihat hidup.

Untuk hunian bergaya etnik, terutama pendapa atau rumah tradisional, atap sirap bukan hanya sekadar pelindung, tetapi juga elemen seni yang meningkatkan wibawa bangunan. Di beberapa daerah, atap sirap bahkan dianggap sebagai simbol prestise pemilik rumah.

b. Sejuk dan Kedap Suara

Kayu secara alami memiliki kemampuan menyerap panas, sehingga rumah yang menggunakan atap sirap biasanya terasa lebih adem, meskipun berada di iklim tropis. Selain itu, material kayunya mampu meredam suara dengan baik, membuat suasana rumah lebih tenang dan nyaman. Cocok untuk Anda yang mengutamakan kenyamanan tanpa harus bergantung pada perangkat pendingin ruangan.

c. Bobot Ringan, Kekuatan Tetap Terjaga

Dibandingkan genteng tanah liat atau beton, atap sirap jauh lebih ringan. Namun, ringan bukan berarti rapuh. Justru, dengan perawatan yang tepat, sirap bisa bertahan sangat lama, bahkan hingga puluhan tahun. Ketahanannya terhadap cuaca juga termasuk baik.

Karena ringan, atap sirap sering dipadukan dengan konstruksi kayu dan menjadi pilihan ideal di wilayah rawan gempa. Struktur yang ringan mengurangi risiko kerusakan saat getaran terjadi.

Kekurangan Atap Sirap

Disamping beberapa kunggulan diatas, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan ketika akan menggunakan atap sirap, seperti:

a. Pilihan Bentuk yang Terbatas

Di pasaran, atap sirap biasanya hadir dalam bentuk potongan kayu persegi dengan bentuk ujung yang itu-itu saja—persegi, sedikit melengkung, atau meruncing. Variasinya tidak banyak, sehingga pilihan desain atap pun ikut terbatas. Ini bisa menjadi kekurangan bagi Anda yang ingin eksplorasi bentuk atap yang lebih unik atau modern.

b. Proses Pemasangan Lebih Rumit

Pemasangan sirap membutuhkan ketelitian tinggi dan teknik khusus. Karena itu, tidak semua tukang bisa mengerjakannya dengan baik. Anda perlu tenaga profesional agar hasilnya rapi dan tahan lama.

Kerumitannya ini membuat biaya pemasangan cenderung lebih mahal dibandingkan pemasangan atap biasa. Selain itu, proses perbaikan atau penanganan kebocoran juga memerlukan usaha ekstra karena pola pemasangannya yang saling bertumpuk.

Aplikasi Atap Sirap Kayu

Keindahan dan kekuatan alami kayu sirap membuatnya cocok untuk berbagai tipe hunian. Walaupun ada baiknya kita pertimbangkan matang-matang saat ingin menggunakannya.

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, jika ada beberapa type hunian yang sangat bagus untuk menggunakan atap kayu sirap, Yaitu :

Mengenal atap sirap kayu

1. Rumah Tradisional

Atap kayu sirap secara alami menyatu dengan arsitektur rumah tradisional. Dengan keanggunan dan kehangatan yang dimilikinya, kayu sirap menciptakan tampilan yang timeless. Cocok untuk rumah-rumah dengan desain klasik, seperti rumah adat atau rumah-rumah bergaya kolonial dan tradisional.

Baca selengkapnya : 5 Fakta Unik Pada Rumah Adat Madura (Tanean Lanjhang)

2. Villa atau Resort

Bagi hunian jenis villa atau resort, atap kayu sirap dapat menambahkan sentuhan alami yang menawan. Kehangatan dan kelembutan kayu sirap menciptakan atmosfer yang menyenangkan dan harmonis dengan lingkungan sekitar.

3. Cottage atau Rumah Liburan

Rumah-rumah liburan seperti cottage atau chalet sangat cocok dengan atap kayu sirap. Tampilan yang hangat dan mengundang menciptakan atmosfer yang ideal untuk melepas penat dan menikmati ketenangan liburan.

4. Bangunan Komersial

Atap kayu sirap bukan hanya untuk rumah tinggal, tapi juga menjadi pilihan yang menarik untuk bangunan komersial. Dalam bangunan seperti restoran, kafe, atau hotel, kayu sirap menciptakan citra berkelas sambil mempertahankan nilai ekologis yang semakin dihargai oleh banyak orang.

Selain dari pada atap, hiasan-hiasan kayu juga bisa ditempatkan di area lain, seperti lantai dengan parket kayu dan dinding dengan lambersering kayu. Anda juga bisa menggunakan kedua product kayu ini untuk meningkatkan kualitas keindahan hunian.

Untuk informasi jenis atap lainnya bisa di lihat disini : Jenis atap hunian

Demikian ulasan mengenai atap sirap kayu ini, semoga bisa bermafaat dan menambah informasi yang anda butuhkan tentang atap sirap kayu.

Scroll to Top