Jenis bahan rangka atap – Pada dasarnya, rangka atap memiliki fungsi utama yang dapat menopang sekaligus menahan beban atap.
Rangka tersebut terdiri dari beragam komponen, mulai dari kuda-kuda, gording, kaso, dan reng yang berkolabrasi untuk mendistribusikan beban secara merata ke bagian dinding maupun tiang bangunan.
Ada beragam jenis bahan rangka atap yang masing-masingnya memiliki karakteristik tersendiri.
Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai jenis-jenis bahan rangka atap, yuk simak langsung ulasan berikut:
Jenis-jenis Bahan Rangka Atap Terpopuler
1. Rangka Kayu
Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa kayu merupakan salah satu bahan yang paling sering diandalkan untuk kebutuhan rangka atap.

Pasalnya, ketersediaan bahan kayu dipasaran tidaklah sulit untuk dijumpai.
Bahkan, material kayu juga memiliki sifat fleksibel yang membuatnya mudah diolah serta bobotnya yang relatif lebih ringan dibanding besi.
Akan tetapi, memang tidak semua jenis kayu cocok untuk dijadikan rangka atap.
Dengan kata lain, jenis kayu yang digunakan pada rangka atap haruslah memiliki tingkat kekerasan dan keawetan yang mumpuni.
Baca selengkapnya: Mengenal Fungsi Reng Beserta Jenis kayu Terbaiknya
2. Rangka Bambu
Apabila harga rangka kayu terkesan mahal, maka anda bisa menggunakan rangka dari bahan bambu sebagai alternatifnya.

Namun, tingkat kekuatan dan ketahanan rangka bambu tidaklah sekuat rangka kayu.
Itu sebabnya, mengapa penggunaan rangka bambu tidak disarankan untuk kebutuhan konstruksi atap yang bobotnya berat.
Sebab bobot rangka bambu yang relatif lebih ringan sehingga tidak mampu menopang beban yang terlalu berat.
Itu artinya, penggunaan rangka bambu hanya cocok diaplikasikan pada konstruksi atap yang berbobot ringan seperti atap dari bahan ijuk maupun jerami kering.
Disisi lain, rangka bambu juga cukup rawan terhadap serangan hama dan kelembaban sehingga harus diberi perawatan khusus.
Dibalik kelemahannya, penggunaan rangka bambu bisa menciptakan suasana alami dan natural ala-ala pedesaan.
3. Rangka Beton Bertulang
Perlu diketahui, rangka beton bertulang merupakan gabungan antara bahan beton dan baja bertulang.
Berkat penggabungan bahan tersebut, tentu saja rangka beton bertulang dapat memberikan ketahanan dan kekuatan yang sangat baik.

Sehingga rangka beton bertulang sangat cocok diaplikasikan untuk kebutuhan konstruksi atap dengan bobot yang lebih berat.
Namun, ada satu kekurangan dari rangka beton bertulang yang harus dipertimbangkan.
Kekurangan rangka atap ini terdapat pada bobotnya yang lebih berat, sehingga memerlukan pondasi yang lebih kuat dan struktur penopang yang solid
Artikel serupa: Struktur Atap Dak Beton, Apakah Bagus Untuk Hunian?
4. Rangka Baja
Untuk menghadirkan kesan modern pada hunian, maka penggunaan rangka baja merupakan pilihan yang paling tepat.

Tak hanya menghadirkan kesan modern, rangka atap berbahan baja juga tahan terhadap serangan hama dan korosi yang membuatnya bisa digunakan dalam jangka panjang tanpa perawatan khusus.
Meski bertekstur keras dan kokoh, nyatanya bobot rangka baja terbilang cukup ringan. Tentunya hal ini dapat memungkinkan dalam membuat struktur atap yang lebih ramping dan kuat.
Dari segi harga, mungkin rangka baja memang lebih mahal dibandingkan bahan-bahan rangka diatas tadi.
Baca juga: 6 Rekomendasi Atap Kanopi Tahan Panas Tetap Mewah
5. Rangka Aluminium
Selanjutnya ada rangka atap berbahan aluminium yang karakteristiknya terbilang unik.
Meskipun bobotnya terbilang cukup ringan, namun rangka aluminium memiliki tingkat ketahanan dan kekuatan yang baik.

Dengan bobotnya yang cenderung ringan, tentunya penggunaan rangka aluminium merupakan pilihan tepat sebagai pengganti rangka baja.
Bahkan yang lebih hebatnya lagi, rangka aluminium memiliki ketahanan terhadap serangan hama, korosi, serta mudah diolah.
Dengan keunggulannya yang sedemikian rupa, maka tak heran jika harga rangka aluminium lebih mahal ketimbang jenis bahan rangka kayu.
Nah, itu dia beberapa jenis bahan rangka atap terbaik yang bisa anda pilih ketika hendak membangun maupun merenovasi rumah.
