Jati Belanda – Jati, mungkin adalah kayu yang paling banyak dikenal dan digunakan di Indonesia. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat kayu jati memiliki segudang keunggulan yang tak terbantahkan, seperti ketahanan terhadap jamur, kekuatan yang tinggi serta kawetan yang bisa bertahan puluhan tahun.
Tapi, ada 1 kelemahan kayu jati, yaitu harganya yang cenderung premium, sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang bisa memiliki dan menggunakan kayu Jati.
Untuk Menyiasati harga kayu jati yang cenderung tinggi, maka ada yang namanya kayu Jati belanda.
Apakah anda penasaran dengan apa itu kayu Jati belanda? bagaimana karakteristik dan ciri-cirinya, simak terus pembahasan kali ini.
Baca juga : Daftar 100 Jenis Kayu Yang Ada Di Indonesia Lengkap
Fakta Pahit Jati Belanda

Pernahkah Anda melihat iklan meja kafe yang diklaim “Kayu Jati” tapi harganya cuma Rp 300.000? Atau rak dinding cantik ala Pinterest yang disebut “Jati Londo” dengan harga miring?
Jika Anda pernah tergiur membelinya dengan harapan mendapatkan kualitas sekuat Jati Jawa (Tectona grandis), maka selamat: Anda telah termakan trik marketing paling sukses di Indonesia.
Mari kita luruskan fakta pahitnya di awal: Jati Belanda itu BUKAN Kayu Jati. Tidak ada hubungan darah, tidak satu spesies, dan kualitasnya bagaikan bumi dan langit.
Sebetulnya, tidak ada pohon bernama “Jati Belanda”. Kayu yang lazim disebut Jati Belanda, Jati Londo, atau Jati Londo Pallet ini sejatinya adalah Kayu Pinus.
Kenapa Disebut “Jati Belanda”?
Ini adalah fenomena linguistik yang unik di Indonesia. Ada dua teori kuat yang beredar di kalangan pemain kayu lama:
- Asosiasi “Luar Negeri” dimana Orang kita sering melabeli barang impor atau barang orang asing dengan sebutan “Belanda” (seperti ayam belanda, terong belanda). Karena kayu ini awalnya banyak masuk sebagai kayu peti kemas impor, disebutlah Jati Belanda.
- Marketing Gimmick
Dimana Bayangkan jika pengrajin menjualnya dengan nama “Kayu Bekas Peti”. Pasti harganya jatuh. Dengan menempelkan kata “Jati”, terdengar ada unsur kekuatan dan kemewahan, padahal barangnya adalah kayu lunak.
Jadi, ketika Anda membeli Jati Belanda, Anda sedang membeli limbah peti kemas (palet) bekas pengiriman barang logistik yang didaur ulang menjadi furnitur. Itulah sebabnya sering terlihat lubang paku hitam pada permukaannya.
Karakteristik Jati Belanda

Banyak orang jatuh cinta pada Jati Belanda karena tampilannya yang rustic dan Instagramable. Tapi sebagai pembeli cerdas, Anda harus melihat melampaui kulit luarnya.
Berikut adalah bedah karakteristiknya dari sudut pandang teknis:
1. Serat dan Warna (The Look)
Ini daya tarik utamanya. Jati Belanda memiliki warna kuning cerah hingga krem pucat. Seratnya sangat kontras dan menonjol.
Mata Kayu (Knots)
Ini ciri khas paling valid. Jati Belanda penuh dengan mata kayu (bulatan coklat gelap). Bagi pecinta seni, ini estetik. Bagi tukang kayu, ini mimpi buruk karena mata kayu adalah bagian yang keras tapi rapuh (bisa copot dan berlubang).
2. Tingkat Kekerasan (Softwood)
Dalam skala Janka Hardness, Jati Belanda masuk kategori Softwood (Kayu Lunak).
Tes Sederhana, Tekan kayu Jati Belanda dengan kuku jempol Anda sekuat tenaga. Kemungkinan besar akan meninggalkan bekas cekungan. Ini artinya kayu ini mudah penyok (dent) jika terbentur benda keras.
3. Bobot Ringan
Karena densitasnya rendah, furnitur Jati Belanda sangat ringan. Ini bagus untuk rak dinding tempel atau kursi kafe yang sering dipindah-pindah, tapi memberi kesan “murahan” saat diangkat.
4. Musuh Alami: Blue Stain
Pernah melihat kayu pinus ada bercak-bercak biru kehitaman samar? Itu bukan corak alami. Itu adalah jamur Blue Stain. Karena Jati Belanda adalah kayu palet bekas yang sering kehujanan di pelabuhan dan memiliki kadar getah tinggi, jamur sangat mudah tumbuh. Meskipun sudah diamplas, warna biru ini seringkali sudah merasuk ke dalam pori-pori kayu dan tidak bisa hilang.
Perbedaan Kayu Jati Asli dan Jati Belanda

Dengan paparan fakta diatas, sebetulnya penting engga penting pembahasan akan perbedaan kayu jati asli dan jati belanda ini dibuat, mengingat mungkin anda juga sudah mengenalnya.
Tapi agar lebih lengkap mari kita ulas satu persatu.
1) Tampilan dan warna
Pertama dari warna, Jati Belanda (Pinus) Memiliki warna dasar yang sangat cerah, mulai dari krem pucat, kuning muda, hingga putih gading.
Jika di lihat lebih detail, tampilannya penuh dengan Mata Kayu (Knots). Ini adalah lingkaran-lingkaran coklat gelap bekas cabang pohon. Bagi pecinta gaya rustic atau scandinavian, ini dianggap seni. Tapi ingat, mata kayu adalah bagian yang rapuh dan bisa lepas (bolong) seiring waktu.
Sedangkan Jati asli, Memiliki aura kemewahan dengan warna coklat emas (golden brown) hingga coklat tua kemerahan. Tampilannya bersih dan berminyak (oily look). Jika Anda meraba permukaannya, terasa agak kesat karena kandungan minyak alaminya.
Karakteristik kayu jati asli disini : Kenali Ciri-ciri Kayu Jati Kualitas Tinggi Grade A B C
2) Tingkat Kekuatan dan Data Teknis
Di sinilah letak perbedaan yang paling mencolok. Kita bicara soal densitas dan kekerasan. yang mana kedua kayu ini berada di kategori berbeda, dimana kayu Jati belanda atau pinus adalah kayu Lunak, sedangkan jati teak adalah kayu kelas 1 atau kayu keras.
Sebagai percobaan, silahkan tekan permukaan meja Jati Belanda dengan kuku jempol Anda sekuat tenaga. Hampir pasti akan meninggalkan bekas cekungan (dent).
Sedangkan jati asli memiliki stabilitas dimensi yang tinggi, kaku dan padat.

Memaku Jati tua butuh tenaga ekstra (terkadang paku bisa bengkok). Inilah kenapa Jati Asli bisa diwariskan ke anak-cucu, sementara Jati Belanda mungkin sudah jadi kayu bakar dalam 5 tahun.
3) Faktor Keawetan
Apa yang terjadi jika kedua kayu ini ditaruh di teras rumah dan dibiarkan kehujanan serta diserang hama?
- Jati Belanda = Makanan Empuk Rayap
- Jati Asli = mengandung zat ekstraktif alami bernama Tectoquinone. Ini adalah pestisida alami yang baunya dibenci rayap.
Anda bisa menemukan tiang rumah Joglo dari Jati yang sudah berumur 100 tahun masih berdiri kokoh tanpa dimakan rayap, meskipun tidak pernah disemprot obat kimia. Jati juga tahan terhadap pembusukan akibat air (rot resistance).
4) Harga
Ada harga, ada rupa. Perbedaan harganya bukan lagi sedikit, tapi berkali-kali lipat.
Jati Belanda Sangat terjangkau. Anda bisa mendapatkan satu set meja kursi kafe dari Jati Belanda dengan harga di bawah Rp 1 juta. Bahannya melimpah karena merupakan limbah palet logistik.
Sementara itu, Jati asli Harganya premium. Satu kursi makan Jati grade biasa saja bisa seharga satu set meja makan Jati Belanda.
Baca juga : Perbedaan Kayu Jati: Perhutani, Rakyat, Emas dan Lainnya
Kapan Anda Boleh Memilih Jati Belanda?
Setelah membaca di atas, apakah Jati Belanda itu buruk? Tidak juga.
Kami harus mengakui bahwa Jati Belanda punya segmen pasarnya sendiri. Tidak semua orang butuh furnitur warisan yang bertahan 50 tahun, kan? Maka,
Pilih Jati Belanda JIKA:

- Budget Terbatas
Anda butuh meja kerja atau rak buku dengan harga seperlima dari harga Jati asli. - Kebutuhan Estetika Kafe/Distro
Anda mengejar tampilan industrial, rustic, atau scandinavian yang cerah. Serat pinus yang “ramai” sangat cocok untuk gaya ini. - Barang Temporary
Anda anak kos atau penyewa kontrakan yang mungkin akan pindah 2-3 tahun lagi. Furniturnya ringan untuk diangkut atau tidak sayang jika ditinggal.
Terakhir, sebagai penyedia lantai kayu parket solid, apakah kami menyediakan jati belanda? Jawabannya tidak. Kami hanya menggunakan Jati grade A kualitas tinggi. Selengkapnya disini : Parket Lantai Kayu Jati Premium & Spesifikasi Lengkap
Demikian pembahasan kali ini mengenal kayu jati belanda dan perbedaannya dengan jati asli atau yang biasa. semoga bermanfaat.
