Tipe-tipe rumah – Anda mungkin pernah mendengar istilah rumah Tipe 36, rumah tipe 45 dan lain sebagainya. Nah sebetulnya apa sih yang dimaksud dengan tipe-tipe rumah ini?
Nah, bagi anda yang penasaran dengan apa yang dimaksud rumah tipe 36 dan tipe lainnya ini, disini, kami rajawali parquet Indonesia akan coba runutkan berbagai Tipe rumah, ukuran, dan kentungan masing-masing tipe untuk mempermudah Anda menemukan jenis hunian paling pas untuk dihuni.
jadi simak terus…
Mengenal Tipe-Tipe Rumah
Istilah Rumah Tipe 24, 36 40 dan lain sebagainya, merujuk pada seberapa luas area bangunan rumah tersebut. Misalnya rumah TYip 36, itu artinya rumah tersebut memiliki luas bangunan 36 m2.
Selain Tipe 36, ada juga beberapa Tipe rumah lain yang memiliki keunggulannya masing-masing. Antaranya :
1. Rumah Tipe 21 dan 24

Rumah tipe 21 dan 24 memiliki luas bangunan antara 21 hingga 24 meter persegi, dan merupakan tipe terkecil yang biasanya ditawarkan developer.
Meski mungil, rumah tipe ini tetap diminati, khususnya oleh:
- Pasangan baru menikah
- Mahasiswa atau pekerja lajang
- Investor properti yang ingin menyewakan unitnya
Dengan desain yang ringkas, rumah tipe 21/24 mudah dirawat dan hemat biaya. Cocok untuk Anda yang baru mulai membangun kehidupan mandiri.
Baca juga : Mengapa Ventilasi Rumah Sangat Penting? Ini 10 Alasannya
2. Rumah Tipe 36

Tipe 36 adalah salah satu tipe rumah paling populer di pasar properti Indonesia. Memiliki luas bangunan 36 m², biasanya rumah ini dibangun di atas tanah seluas 60-72 m².
Rumah tipe 36 ideal untuk:
- Pasangan muda yang baru berumah tangga
- Keluarga kecil dengan satu anak
Desainnya yang simpel menjadikannya pilihan tepat bagi yang menginginkan hunian nyaman namun tetap ramah di kantong.
3. Rumah Tipe 45
Dengan luas bangunan 45 m², rumah tipe ini menyediakan ruang lebih lega dan dapat menampung 2 hingga 3 kamar tidur.
Rumah tipe 45 umumnya dibangun di atas tanah 90-96 m², dan memiliki potensi sebagai:
- Hunian jangka panjang bagi keluarga kecil
- Properti investasi yang menjanjikan
Di beberapa kawasan berkembang seperti Tangerang atau Bekasi, tipe rumah ini juga ditawarkan dengan harga kompetitif, membuatnya semakin menarik.
4. Rumah Tipe 54
Jika Anda memiliki dua anak dan membutuhkan ruang tambahan, rumah tipe 54 bisa menjadi pilihan yang pas. Dengan luas bangunan 54 m², rumah ini biasanya dilengkapi:
- 3 kamar tidur
- Taman kecil di depan rumah
- Carport minimalis
Harga rumah tipe ini bervariasi tergantung kota dan lokasi, namun tetap terjangkau bagi keluarga kelas menengah.
5. Rumah Tipe 60

Tipe rumah 60 menawarkan ruang lebih luas, dengan kemungkinan tambahan ruang untuk asisten rumah tangga (ART), ruang kerja, atau ruang belajar anak.
Ciri khas rumah tipe 60:
- Bisa dibangun 1 atau 2 lantai
- Desain modern minimalis
- Cocok untuk keluarga yang ingin lebih leluasa
6. Rumah Tipe 70
Tipe 70 adalah solusi ideal bagi keluarga dengan 3 atau lebih anak. Luas bangunannya memungkinkan untuk:
- 3–4 kamar tidur
- Ruang keluarga yang luas
- Taman dan carport lebih lega

Biasanya, rumah tipe ini dibangun dalam dua lantai untuk memaksimalkan fungsi lahan. Dengan konsep desain kekinian, rumah tipe 70 sangat cocok bagi Anda yang mengutamakan kenyamanan dan privasi.
7. Rumah Tipe 90
Dengan luas bangunan mencapai 90 m² dan luas tanah hingga 120–150 m², rumah tipe 90 masuk dalam kategori hunian mewah.
Rumah tipe ini cocok untuk:
- Keluarga mapan yang ingin peningkatan kualitas hidup
- Investor properti kelas atas
- Pengusaha atau profesional yang butuh ruang ekstra
Biasanya dilengkapi dengan ruang tamu luas, dapur modern, kamar tidur utama dengan kamar mandi dalam, serta taman belakang.
Baca juga : Teras Rumah Subsidi jadi Makin Elegan Dengan cara ini
Tipe Rumah Berdasarkan Fungsinya
Selain dari ukurannya, Ada baiknya Anda juga mengenal Jenis bangunan atau rumah dari fungsinya. Penasaran? mari kita uraikan satu-persatu.
1. Rumah Tapak

Rumah tapak adalah rumah yang dibangun langsung di atas tanah, baik tanah milik pribadi maupun sewa. Ini adalah Tipe rumah paling umum dan banyak digunakan. Tipe ini umum di kawasan perumahan dan cocok untuk hunian jangka panjang karena lebih fleksibel untuk direnovasi.
Keunggulannya adalah Anda dapat memiliki hak atas tanahnya, serta bebas menata atau menambah bangunan. Kekurangannya, harga tanah dan biaya pembangunan bisa lebih mahal dibanding hunian vertikal.
2. Rumah Susun (Apartemen/Rusun)
Rumah susun adalah hunian vertikal yang dibangun dalam satu gedung bertingkat. Bisa berupa apartemen mewah hingga rusun sederhana untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Kelebihan rumah susun adalah lokasinya yang strategis di pusat kota serta fasilitas bersama seperti keamanan 24 jam, kolam renang, atau area komersial. Namun, Anda hanya memiliki hak pakai unit, bukan tanahnya, serta perlu membayar iuran bulanan untuk perawatan gedung.
3. Ruko (Rumah dan Toko)

Ruko atau rumah toko adalah bangunan multifungsi yang menggabungkan hunian dan tempat usaha. Umumnya berada di jalan utama atau kawasan niaga.
Tipe ini cocok untuk pebisnis yang ingin menghemat biaya operasional karena tidak perlu menyewa lokasi usaha terpisah. Selain itu, Anda dapat langsung mengawasi bisnis dari rumah.
4. Rumah Kost
Rumah kost adalah rumah yang memiliki beberapa kamar yang disewakan kepada individu, biasanya mahasiswa atau pekerja.
Tipe ini cocok sebagai properti investasi karena bisa menghasilkan pendapatan pasif. Pemilik rumah kost bisa tinggal di satu bagian rumah sambil tetap menjalankan usaha kos-kosan. Namun, tantangannya adalah menjaga privasi dan kenyamanan bersama penghuni lainnya.
Mau Rumah Lebih Cantik?

Salah satu elemen yang kini semakin digemari adalah penggunaan material kayu alami, seperti lantai kayu parket, decking kayu, hingga plafon lambersering. Material ini tidak hanya membuat rumah tampak lebih mewah dan natural, ia juga bisa memberikan kesan hangat dan elegan yang sulit ditiru oleh material sintetis lainnya.
Untuk bagian dalam rumah, lantai kayu parket sangat cocok digunakan pada area ruang tamu, kamar tidur, hingga ruang keluarga. Tekstur dan warna alaminya membuat setiap ruangan terasa lebih hidup dan nyaman. Selain itu, kayu juga dikenal sebagai material yang hangat di kaki dan ramah untuk anak-anak.
Sedangkan untuk bagian luar seperti teras, balkon, atau taman belakang, Anda bisa menggunakan decking kayu yang kuat dan tahan terhadap cuaca. Decking tidak hanya mempercantik tampilan outdoor, tetapi juga menjadikan area luar rumah terasa lebih alami dan menyatu dengan lingkungan.

Dan jangan lupa, bagian plafon dan dinding juga bisa dipercantik dengan lambersering kayu. Desain ini memberikan sentuhan artistik yang sangat khas, dan mampu meningkatkan nilai visual ruangan secara signifikan. Cocok untuk Anda yang menginginkan rumah dengan nuansa tropis, skandinavia, atau bahkan modern minimalis.
Hubungi kami untuk informasi mengenal pemesanan lantai kayu diatas.
Andri 0812-6441-967
Demikian pembahasan kali ini mengenai Tipe-tipe rumah, dari ukurannya serta fungsinya.
