Apa itu Scaffolding & Peran Pentingnya Dalam Konstruksi

Mengenal Scaffolding perancah
Rate this post

Mengenal Scaffolding – Hampir mustahil rasannya bila membangun bangunan bertingkat modern saat ini tanpa hadirnya sebuah alat kontruksi yang bernama Scaffolding. Bila Anda ngeh saat proses pembuatan gedung bertingkat, kerapkali kita melihat alat satu ini.

Scaffolding adalah salah satu elemen vital dalam dunia konstruksi. Tanpa ini, pekerja bangunan akan kesulitan menjangkau area tinggi, memasang material berat, hingga menjaga keselamatan kerja. Tapi apa sebenarnya scaffolding itu? Apa saja fungsinya, dan jenis-jenis yang sering digunakan? Mari kita bahas satu per satu.

Mengenal Apa itu Scaffolding

Scaffolding atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama Perancah/steger merupakan struktur sementara yang dipasang di sekitar bangunan, baik yang sedang dibangun, direnovasi, maupun diperbaiki. Tujuannya jelas: memberikan akses dan tempat berpijak yang aman bagi para pekerja.

Biasanya perancah terbuat dari logam seperti pipa besi atau aluminium, meski beberapa proyek skala kecil masih ada yang menggunakan bambu atau kaso. Ketinggian dan bentuknya bisa disesuaikan dengan kebutuhan proyek. Semakin besar dan kompleks proyeknya, semakin kompleks pula struktur steger-nya.

Mengenal Scaffolding perancah

Fungsi Perancah/Steger

1. Akses Aman ke Area Tinggi

Fungsi utama scaffolding adalah memudahkan pekerja menjangkau area bangunan yang tinggi—misalnya saat mengecat bagian luar gedung, memasang kaca, atau memperbaiki atap. Tanpa scaffolding, risiko kerja di ketinggian jadi sangat tinggi.

2. Mempermudah Distribusi Material

Selain tempat berpijak, scaffolding juga sering digunakan untuk menyusun atau menaruh bahan bangunan di area kerja yang sulit dijangkau. Proses pemindahan material pun jadi lebih efisien dan nggak perlu bolak-balik naik turun.

3. Menjamin Stabilitas dan Keselamatan Kerja

Dengan pijakan yang datar dan sistem sambungan yang kuat, perancah membuat pekerja bisa bergerak dengan lebih leluasa dan mengurangi risiko kecelakaan kerja. Bahkan, beberapa jenis scaffolding dilengkapi dengan pagar pelindung.

baca juga : Harga Borongan Rumah Kayu Dengan RAB Lengkap

Jenis Jenis Scaffolding

Setiap proyek konstruksi punya kebutuhan yang berbeda. Maka dari itu, jenis scaffolding yang digunakan pun harus disesuaikan. Mulai dari yang cocok untuk bangunan bertingkat tinggi hingga yang efisien untuk proyek skala kecil, berikut ini adalah jenis-jenis scaffolding yang paling umum digunakan di lapangan:

1. Tubular Scaffolding

Mengenal Scaffolding perancah jenis 1

Ini adalah jenis perancah yang paling banyak digunakan dalam proyek konstruksi modern. Terbuat dari pipa logam (biasanya baja galvanis) dan disusun dengan bantuan coupler atau clamp.

Keuntungan menggunakan jenis ini antaranya :

  • Kuat dan kokoh, cocok untuk beban berat.
  • Tahan lama dan tidak mudah lapuk karena bahan logam.
  • Fleksibel untuk berbagai konfigurasi dan ketinggian.

Kekurangan yang perlu di perhatikan:

  • Bobotnya cukup berat, sehingga butuh tenaga ekstra saat pemasangan.
  • Biaya awal lebih tinggi dibanding jenis bambu.

Cocok digunakan untuk: Proyek gedung bertingkat, jembatan, dan bangunan skala besar lainnya.

2. Suspended Scaffolding

Mengenal Scaffolding perancah jenis 1

Sesuai namanya, jenis scaffolding ini digantung dari atas menggunakan kabel baja atau rantai, dan platformnya bisa dinaik-turunkan sesuai kebutuhan.

Kelebihan Jenis suspended Steger:

  • Ideal untuk menjangkau area eksterior bangunan tinggi.
  • Efisien secara vertikal, karena bisa disesuaikan ketinggiannya dengan mudah.
  • Cocok untuk pekerjaan cepat seperti pembersihan kaca atau pengecatan luar gedung.

Kelemahannya :

  • Butuh sistem pengaman ekstra.
  • Tidak cocok untuk membawa beban berat.

Cocok digunakan untuk: Gedung pencakar langit, apartemen tinggi, hotel, dan menara.

3. Ringlock Scaffolding

Jenis perancah steger 3

Ringlock dikenal sebagai sistem scaffolding modular modern yang menggunakan ring (cincin) sebagai pengunci di setiap sambungan. Inilah yang membuatnya sangat fleksibel.

Kelebihan:

  • Cepat dirakit dan dibongkar.
  • Sangat stabil dan bisa menyesuaikan bentuk bangunan kompleks.
  • Tahan terhadap beban berat.

Kekurangan:

  • Harga relatif lebih mahal.
  • Butuh teknisi berpengalaman saat pemasangan pertama kali.

Cocok digunakan untuk: Proyek arsitektural kompleks, stadion, menara, dan struktur melengkung.

4. Perancah Andang (Scaffolding Bambu)

Jenis perancah steger Bambu

Jenis scaffolding tradisional ini menggunakan bambu sebagai material utama. Meski sudah mulai tergantikan oleh material logam, namun di beberapa daerah masih digunakan.

Keunggulannya :

  • Murah dan mudah didapat, apalagi di daerah pedesaan.
  • Ringan dan cepat dipasang.
  • Ramah lingkungan.

Kekurangan:

  • Kurang cocok untuk bangunan bertingkat tinggi.
  • Tidak tahan lama jika sering terkena hujan atau beban berat.

Cocok digunakan untuk: Proyek kecil seperti renovasi rumah, pengecatan, atau perbaikan ringan di bangunan rendah.

5. Kwikstage Scaffolding

Kwikstage adalah sistem scaffolding modular yang dilengkapi dengan mekanisme pengunci cepat (quick-lock system). Inilah yang membuatnya sangat efisien untuk proyek berskala menengah hingga besar.

Kelebihan:

  • Pemasangan dan pembongkaran sangat cepat.
  • Lebih stabil karena struktur modularnya.
  • Bisa menyesuaikan bentuk dan ukuran proyek.

Kekurangan:

  • Biaya awal lebih tinggi dibanding jenis lain.
  • Butuh pelatihan teknis sebelum digunakan.

Cocok digunakan untuk: Proyek konstruksi besar, infrastruktur publik, dan proyek jangka panjang.

6. Layher Scaffolding

Jenis perancah steger

Layher adalah sistem scaffolding premium asal Jerman yang menggunakan bahan aluminium ringan dan sistem pengunci otomatis. Ia menjadi pilihan utama untuk proyek-proyek yang mengutamakan efisiensi dan keamanan tinggi.

Kelebihan:

  • Sangat ringan, mudah dipindahkan tanpa alat berat.
  • Pemasangan cepat dan aman.
  • Memiliki tingkat presisi tinggi dalam penyusunan.

Kekurangan:

  • Harga paling mahal dibanding semua jenis scaffolding.
  • Biaya awal besar, tapi sepadan untuk proyek profesional.

Cocok digunakan untuk: Perawatan bangunan, proyek renovasi atap, panggung konser, dan gedung historis.

Baca juga : Mengenal Insulasi Atap Sebagai Solusi Peredam panas Handal

Memilih Perancah Paling Cocok

Memilih jenis scaffolding itu seperti memilih sepatu: harus sesuai ukuran dan kebutuhan. Kalau Anda sedang membangun rumah pribadi atau proyek renovasi ringan, scaffolding bambu mungkin sudah cukup. Tapi untuk proyek besar, terutama yang melibatkan pekerjaan di ketinggian, memilih tubular, ringlock, atau kwikstage jelas lebih aman dan efisien.

Yang penting, jangan kompromi soal keamanan dan stabilitas. Karena dalam dunia konstruksi, satu kesalahan kecil bisa berdampak besar.

Itu dia pembahasan mengenai Scaffolding, Perancah atau steger dalam dunia Kontruksi. gunakan komponen sesuai prosedur untuk meningkatkan kualitas Kontruksi Anda sekarang.

Scroll to Top