Pentingnya Mengenal Jenis-jenis Baja Ringan

jenis baja ringan
3.9/5 - (7 votes)

Jenis baja ringan – Penggunaan baja ringan kini telah menjadi sebuah tren dalam bidang konstruksi bangunan.

Hal itu pun terbukti, yang mana baja ringan selalu diandalkan untuk pembangunan rumah, ruko, dan tipe bangunan lainnya.

Sesuai dengan namanya, baja ringan memiliki bobot yang jauh lebih ringan ketimbang material besi. Meski berbobot ringan, namun tingkat kekuatan yang dimilikinya tak kalah dengan besi lho.

Nah, untuk mengenal lebih jauh lagi seputar seluk beluk baja ringan, mari kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

Mengenal Material Baja Ringan

Pada dasarnya, baja ringan atau galvalume merupakan salah satu bahan bangunan sebagai pengganti kayu maupun baja konvensional dalam pembuatan rangka atap.

Mengenal Material Baja Ringan

Dengan menggunakan baja ringan, tentunya hal tersebut dapat membantu untuk mengurangi penggundulan hutan akibat penggunaan material kayu sebagai material bangunan.

Material baja ringan terbuat dari berbagai campuran bahan, seperti seng, alumunium, dan silicon. Pada umumnya, baja ringan kerap digunakan untuk melindungi material besi yang rentan terhadap karat.

Pasalnya, baja ringan sudah terbukti dapat menahan oksidasi serta tahan terhadap perubahan cuaca.

5 Jenis Baja Ringan

1. Kaso Metal Baja Ringan

Kabarnya, jenis ini terbuat dari bahan plat baja yang memiliki gaya tarik cukup tinggi. Tak hanya itu, kaso metal baja ringan juga sudah diberi lapisan seng dan alumunium.

Kaso Metal Baja Ringan

Adapun mengenai ukuran panjang yang dimilikinya sekitar 75 cm dengan ketebalan berbeda-beda, yakni antara 1,60 mm hingga 0,75 mm.

Tentu saja jenis baja ringan ini sangat ideal digunakan untuk atap baja ringan, maupun kaki-kaki utama baja ringan.

Dpada tahap alam proses pemasangannya, jenis Kaso Metal Baja Ringan memang terbilang cukup mudah.

Belum lagi dengan karakternya yang kuat dan tahan lama, serta sudah diberi dengan lapisan anti karat.

Mengingat akan hal itu, maka tak heran juga jika jenis Kaso Metal Baja Ringan kerap digunakan pada perumahan dan gedung komersial.

Baca juga: Spesifikasi Atap Asbes Beserta Daftar Harga Terbarunya

2. Baja Ringan Reng

Baja Ringan Reng

Umumnya baja ringan jenis Reng tampil dengan bentuk trapezium yang biasa digunakan untuk peletakan genteng.

Untuk ketebalannya, ia memiliki ukuran 0,5 mm serta tingginya yang berkisar 28 mm sampai 40 mm.

Semakin tinggi ukuran yang dimilikinya, maka akan semakin kuat pula daya tahan pada jenis baja ringan reng ini.

3. Spandek

Spandek

Tak seperti jenis baja ringan yang lainnya, dimana spandek merupakan jenis baja ringan yang bentuknya menyerupai lembaran.

Selain itu, biasanya spandek juga memiliki gelombang yang umumnya digunakan sebagai atap rumah maupun kanopi.

Bahkan yang lebih menariknya lagi, spandek pun kerap difungsikan sebagai pelapis dinding. Karakteristik dari material spandek ini adalah bobotnya yang ringan, tahan lama, serta anti karat.

Baca juga: Review 3 Tipe Rumput Sintetis Beserta Plus Minusnya

4. Bondek

Bondek

Seperti halnya spandek, material bondek juga tampil dengan bentuk lembaran-lembaran yang memiliki gelombang.

Adapun material bondek yang biasa digunakan sebagai rangka pada tiang, pelapis, hingga pembungkus untuk menahan beban dari tekanan beton.

Bukan hanya itu, bahkan bondek juga kerap difungsikan sebagai rangka atap atau dijdaikan pengganti material triplek.

5. Baja Ringan Kanal C

Baja Ringan Kanal C

Dari namanya saja sudah sangat jelas, yang mana jenis baja ringan ini tampil dalam bentuk menyerupai huruf C.

Ketika dihadapkan pada jenis baja ringan lainnya, maka bentuknya akan berubah menjadi kotak persegi.

Mengenai fungsinya, jenis Baja Ringan Kanal C biasa digunakan sebagai penyusun rangka atap dan kanopi hunian.

Bahkan yang lebih hebatnya lagi, ia mampu menahan beban atap, kanopi, hingga langit-langit rumah.

Kelebihan Baja Ringan Untuk Bangunan

* Kokoh dan Tahan Lama

Sebagaimana yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi bahwa baja ringan memiliki daya tahan yang sangat kuat, sehingga bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama.

Walaupun fisiknya tampak terlihat lebih tipis dari baja biasa, namun material baja ringan ini tidak mudah memuai dan menyusut.

Hal tersebut juga tidak terlepas dari bahan materialnya yang telah disempurnakan, sehingga daya tahannya lebih lama ketimbang material atap kayu maupun baja konvensional.

Pasalnya kayu kerap mengalami keropos, sedangkan baja konvensional mudah berkarat.

Baca juga: Mengenal Bata Ringan Beserta Keunggulan dan Kekurangannya

* Mudah Dibentuk

Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa baja ringan adalah salah satu jenis material bangunan yang paling mudah dibentuk.

Dengan demikian, kita pun bisa memotong atau membentuk rangka atap baja ringan sesuai keinginan.

Bahkan setelah terpasang, atap baja ringan tersebut juga dapat disambungkan dengan jenis atap lainnya yang menggunakan material penghubung baja.

* Anti Rayap dan Anti Karat

Mengingat materialnya yang terbuat dari campuran bahan alumunium dan seng, tentu saja baja ringan tidak akan bisa ditembus oleh serangan rayap.

Tak hanya tahan terhadap serangan rayap, bahkan baja ringan pun tahan terhadap karat lho.

* Memiliki Bobot yang Lebih Ringan

Sesuai dengan namanya, baja ringan ini hanya mengusung bobot dengan kisaran 9 kg/meter persegi.

Ya, karena bobot ringannya tersebut, tentu saja dapat memudahkan kita dalam proses pemasangan atap rangka.

Pastinya hal tersebut akan membuat hemat biaya operasional dan menghemat waktu.

Rangka atap juga mengusung system sambungan yang mudah dikerjakan, sehingga anda bisa menyambungnya dengan menggunakan besi, sekrup, maupun dengan cara di las.

* Menawarkan Harga yang Lebih Murah

Pada awal kemunculannya, harga baja ringan memang lebih mahal ketimbang material kayu.

Dikarenakan produksi kayu yang sudah mulai dibatasi, hal tersebut membuat keberadaannya semakin langka.

Jika pun ada, biasanya material kayu akan dibanderol dengan harga yang tinggi.

Alhasil, penggunaan baja ringan merupakan aternatif terbaik mengingat harga material kayu yang semakin hari semakin mahal.

Nah, seperti itulah ulasan singkat mengenai seluk beluk baja ringan, sehingga bisa kamu jadikan sebagai bahan pertimbangan saat hendak membangun maupun merenovasi rumah.

Scroll to Top