Mungkin anda sudah tidak asing lagi dengan sebuah Genteng yang terbuat dari tanah liat ini. Genteng ini terbuat dari tanah liat yang dicetak dan dibakar hingga kering dan keras. Genteng tanah liat memiliki banyak keunggulan, seperti tahan lama, sejuk, awet, dan terjangkau.
Namun, genteng juga memiliki beberapa kelemahan, seperti mudah berlumut, patah, dan berat.
Nah di kesempatan kali, kami akan membahas secara lengkap tentang genteng tanah liat, mulai dari pengertian, keunggulan, kelemahan, cara membuat, hingga harga terbaru. Kami juga akan memberikan beberapa tips dan trik untuk memilih dan merawat genteng agar tetap awet dan indah.
Simak ulasan kami sampai habis, ya!
Baca juga : Pilih 10 Jenis Atap Rumah Ini, Bila Bosan Dengan Genteng
Daftar Isi
Apa Itu Genteng Tanah Liat?

Genteng tanah liat adalah genteng yang terbuat dari tanah liat yang dicetak dan dibakar hingga kering dan keras. Genteng ini memiliki bentuk yang bervariasi, seperti persegi, segitiga, bulat, atau bergelombang. Genteng ini juga memiliki warna yang beragam, seperti merah, coklat, hitam, atau abu-abu.
Genteng ini merupakan genteng tradisional yang sudah digunakan sejak ratusan tahun yang lalu. Genteng ini banyak ditemukan di rumah-rumah tradisional, seperti rumah joglo, rumah limasan, atau rumah gadang. Genteng ini juga cocok untuk rumah modern yang ingin memberikan nuansa klasik dan natural.
Genteng tanah liat memiliki fungsi utama sebagai penutup atap yang melindungi rumah dari panas, hujan, angin, dan debu. Genteng ini juga berfungsi sebagai penambah estetika dan nilai jual rumah. Genteng ini dapat menciptakan suasana yang hangat, nyaman, dan sejuk di dalam rumah.
Keunggulan Tanah Liat Genteng

Genteng tanah liat memiliki banyak keunggulan yang membuatnya menjadi pilihan favorit banyak orang. Berikut ini adalah beberapa keunggulan genteng tanah liat yang perlu Anda ketahui:
- Tahan lama: Genteng ini memiliki daya tahan yang tinggi terhadap cuaca ekstrem, seperti panas, hujan, angin, atau salju. Genteng ini tidak mudah retak, pecah, atau berkarat. Genteng ini juga tahan terhadap api, rayap, dan jamur. Genteng ini dapat bertahan hingga puluhan tahun dengan perawatan yang minimal.
- Sejuk: Genteng tanah liat memiliki sifat yang dapat menyerap dan melepaskan panas dengan baik. Genteng ini dapat menjaga suhu di dalam rumah tetap sejuk dan nyaman. Genteng ini juga dapat mengurangi penggunaan pendingin ruangan, sehingga dapat menghemat biaya listrik dan mengurangi emisi karbon.
- Awet: Genteng tanah ini memiliki kualitas yang tidak mudah berubah atau memudar. Genteng ini dapat mempertahankan bentuk, warna, dan tekstur aslinya dengan baik. Genteng ini juga tidak memerlukan cat atau pelapis tambahan, karena sudah memiliki warna alami yang indah.
- Terjangkau: Genteng tanah liat memiliki harga yang cukup terjangkau, dibandingkan dengan jenis genteng lainnya, seperti genteng beton, genteng metal, atau genteng kaca. Genteng ini juga mudah ditemukan di pasaran, karena banyak diproduksi oleh pabrik-pabrik lokal. Genteng ini juga dapat menghemat biaya pemasangan dan perawatan, karena tidak memerlukan bahan atau alat khusus.
Baca juga : Atap Genteng Keramik Memang Bagus Dan Mewah, Tapi ?
Kelemahan Genteng Tanah Liat
Meskipun memiliki banyak keunggulan, genteng tanah liat juga memiliki beberapa kelemahan yang harus Anda perhatikan. Berikut ini adalah beberapa kelemahan genteng tanah liat yang harus Anda ketahui:

- Mudah berlumut: Genteng tanah liat memiliki pori-pori yang dapat menyerap air hujan. Hal ini dapat menyebabkan genteng menjadi lembab dan mudah ditumbuhi lumut, terutama di daerah yang lembab dan kurang terkena sinar matahari. Lumut dapat merusak penampilan dan kualitas genteng, serta menyebabkan bocor atau rembesan air.
- Mudah patah: Genteng tanah liat memiliki struktur yang rapuh dan mudah patah, terutama jika terkena benturan atau tekanan yang kuat. Hal ini dapat terjadi saat proses pengangkutan, pemasangan, atau perawatan. Genteng yang patah dapat menyebabkan kebocoran atau kerusakan pada atap. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati saat menangani genteng tanah liat dan menggantinya jika rusak.
- Berat: Genteng tanah liat memiliki bobot yang cukup berat, sekitar 3-4 kg per lembar. Hal ini dapat memberikan beban yang besar pada rangka atap dan pondasi rumah. Anda harus memastikan bahwa rangka atap dan pondasi rumah Anda kuat dan kokoh untuk menopang genteng tanah liat. Anda juga harus memperhitungkan jumlah genteng yang dibutuhkan untuk menutup seluruh atap rumah Anda.
Harga Genteng Tanah Liat
Kelebihan genteng tanah ini tidak hanya terletak pada harganya yang bersahabat, tetapi juga kekuatannya yang dapat diandalkan. Umumnya, genteng tanah liat dipasang dengan sistem interlock pada atap miring, memberikan tampilan yang estetis dan modern. Dibawah ini adalah daftar harga Genteng ini :

- Genteng Super Gojer/ Morando
- Harga: Rp2.750/buah
- Genteng Kodok/ Prentul/ Goodyear
- Harga: Rp1.650/buah
- Genteng Mintili Jumbo/ Turbo
- Harga: Rp1.750/buah
- Genteng Garuda
- Harga: Rp1.250/buah
- Genteng Plentong
- Harga: Rp1.150/buah
Dengan berbagai spesifikasi dan harga yang beragam, genteng tanah liat memberikan fleksibilitas dalam pemilihan sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.
Cara Membuat Genteng Tanah Liat
Genteng tanah liat dibuat dengan cara yang cukup sederhana dan tradisional. Berikut ini adalah langkah-langkah membuat genteng tanah liat yang bisa Anda coba di rumah:
Menyiapkan bahan
Bahan utama yang dibutuhkan untuk membuat genteng tanah liat adalah tanah liat. Tanah liat adalah jenis tanah yang memiliki tekstur yang halus, lembut, dan lengket. Tanah liat dapat ditemukan di daerah yang subur, seperti sawah, ladang, atau tepi sungai. Anda harus memilih tanah liat yang berkualitas, yaitu yang tidak mengandung pasir, batu, atau kotoran. Anda juga membutuhkan air, cetakan, dan tungku untuk membakar genteng.
Mengolah tanah liat
Setelah mendapatkan tanah liat, Anda harus mengolahnya menjadi adonan yang kalis dan elastis. Anda harus mencampur tanah liat dengan air secukupnya, kemudian mengaduk dan menguleni adonan hingga rata dan tidak bergerindil. Anda juga harus menyaring adonan untuk memisahkan kotoran atau benda asing yang masih tersisa. Anda dapat menggunakan saringan, ayakan, atau kain untuk menyaring adonan.

Mencetak genteng
Setelah adonan tanah liat siap, Anda dapat mulai mencetak genteng sesuai dengan bentuk dan ukuran yang diinginkan. Anda dapat menggunakan cetakan yang terbuat dari kayu, besi, atau plastik. Anda harus melumasi cetakan dengan minyak goreng atau lilin agar adonan tidak lengket. Anda harus memasukkan adonan ke dalam cetakan, kemudian menekan dan meratakan adonan hingga sesuai dengan cetakan. Anda harus mengeluarkan adonan dari cetakan dengan hati-hati agar tidak rusak atau berubah bentuk.
Mengeringkan genteng
Setelah genteng tercetak, Anda harus mengeringkannya di bawah sinar matahari agar airnya menguap dan genteng menjadi keras. Anda harus menempatkan genteng di tempat yang datar, kering, dan terbuka. Anda harus mengeringkan genteng selama beberapa hari, tergantung pada cuaca dan kelembaban. Anda harus membalik genteng secara berkala agar kering secara merata. Anda harus menghindari genteng dari air hujan atau embun, karena dapat membuat genteng menjadi lembek atau retak.
Membakar genteng
Setelah genteng kering, Anda harus membakarnya di dalam tungku agar genteng menjadi lebih kuat dan tahan lama. Anda dapat menggunakan tungku yang terbuat dari batu bata, tanah liat, atau besi. Anda harus menata genteng di dalam tungku dengan rapi dan berjarak, agar tidak saling menempel atau menumpuk. Anda harus menyalakan api di bawah tungku dengan menggunakan kayu bakar, arang, atau gas. Anda harus membakar genteng selama beberapa jam, tergantung pada suhu dan ukuran genteng. Anda harus memastikan bahwa genteng terbakar secara merata dan tidak terlalu panas atau dingin. Anda harus mematikan api dan menunggu genteng mendingin sebelum mengeluarkannya dari tungku.
Menyelesaikan genteng
Setelah genteng dibakar, Anda harus menyelesaikan genteng dengan memberikan sentuhan akhir. Anda dapat membersihkan genteng dari debu, abu, atau kotoran yang menempel. Anda dapat mengamplas genteng untuk menghaluskan permukaan atau tepi yang kasar. Anda dapat melapisi genteng dengan cat, vernis, atau glasir untuk memberikan warna, kilau, atau perlindungan tambahan. Anda dapat mengecek genteng untuk memastikan tidak ada cacat, retak, atau kerusakan. Anda dapat menandai genteng dengan merek, logo, atau nomor seri untuk membedakan genteng Anda dengan yang lain.
Baca juga : Lebih Mengenal Atap Sirap Kayu Sebelum Menggunakan
Memasang genteng

Setelah genteng selesai dibuat, Anda dapat memasang genteng di atap rumah Anda. Anda harus menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan, seperti palu, paku, gergaji, meteran, tali, penggaris, dan lainnya. Anda harus mengukur luas atap dan menentukan pola pemasangan genteng yang sesuai. Anda harus memasang genteng dari bawah ke atas, dan dari kiri ke kanan. Anda harus memasukkan paku ke dalam lubang yang ada di genteng, kemudian memaku genteng ke rangka atap.
Tips Memilih Genteng Tanah Liat
- Pilih genteng tanah liat yang sesuai dengan ukuran, bentuk, dan gaya atap rumah Anda. Anda dapat mengukur luas atap dan menentukan jumlah genteng yang dibutuhkan. Anda juga dapat memilih genteng yang memiliki bentuk yang bervariasi, seperti persegi, segitiga, bulat, atau bergelombang. Anda juga dapat memilih genteng yang memiliki warna yang beragam, seperti merah, coklat, hitam, atau abu-abu.
- Pilih genteng tanah liat yang berkualitas dan bersertifikat. Anda dapat memeriksa kualitas genteng dengan melihat tekstur, warna, dan ketebalannya. Genteng yang berkualitas memiliki tekstur yang halus, warna yang merata, dan ketebalan yang seragam. Anda juga dapat memeriksa sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang, seperti SNI, ISO, atau lainnya.
- Pilih genteng tanah liat yang memiliki garansi dan layanan purna jual. Anda dapat memastikan bahwa genteng yang Anda beli memiliki garansi yang jelas dan terjamin. Anda juga dapat memastikan bahwa penjual atau produsen genteng memberikan layanan purna jual, seperti penggantian, perbaikan, atau konsultasi.
Cara Merawat Genteng Tanah Liat
- Bersihkan genteng tanah liat secara rutin dari debu, kotoran, atau lumut. Anda harus membersihkan genteng secara hati-hati dan tidak menggunakan bahan yang kasar atau berbahaya, seperti asam, deterjen, atau pemutih.
- Perbaiki genteng tanah liat yang rusak atau bocor segera. Anda dapat memeriksa keadaan genteng secara berkala, terutama setelah hujan atau angin kencang. Anda harus mengganti genteng yang retak, pecah, atau hilang dengan genteng yang baru dan sesuai. Anda juga harus menambal kebocoran dengan menggunakan semen, lem, atau bahan penyekat lainnya.
Anda harus memastikan bahwa genteng terpasang dengan rapat, rata, dan tidak bergeser. Anda harus memasang genteng penutup di bagian atas, samping, dan ujung atap untuk melindungi genteng dari air hujan atau angin.
Baca juga : Plafon Kayu Lambersering Untuk Rumah
Demikianlah cara membuat genteng tanah liat yang bisa Anda coba di rumah. Genteng tanah liat adalah genteng yang memiliki banyak keunggulan, seperti tahan lama, sejuk, awet, dan terjangkau. Namun, genteng tanah liat juga memiliki beberapa kelemahan, seperti mudah berlumut, patah, dan berat. Anda harus memperhatikan cara membuat, merawat, dan memasang genteng tanah liat agar tetap awet dan indah.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin membuat genteng tanah liat sendiri atau membelinya.
