Kayu Keruing vs Bengkirai – Kita patut berbangga hati tinggal di negeri yang kaya akan sumber daya alam. Bagaimana tidak? Indonesia dikenal dunia sebagai salah satu penghasil kayu berkualitas tinggi. Dari kayu jati hingga kayu merbau, dari bengkirai hingga keruing, semuanya membuktikan bahwa kekayaan alam Nusantara begitu melimpah. Tak heran, industri perkayuan Indonesia menjadi salah satu yang diakui secara global.
Pada pembahasan kali ini, mari kita fokus pada dua jenis kayu unggulan, yakni kayu bengkirai dan keruing. Apa yang membedakan keduanya? Dan mana yang lebih cocok untuk kebutuhan Anda? Mari kita kupas lebih dalam.
Baca juga : Begini Cara Praktis Menghitung Kubikasi Kayu Tanpa Ribet
Mengenal Bengkirai

Pohon bengkirai adalah salah satu pohon yang tumbuh subur di hutan tropis Kalimantan dan Sulawesi. Uniknya, pohon ini juga dapat ditemukan di negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina.
Tingginya yang bisa mencapai 40 meter, dengan diameter hingga 120 cm, menjadikannya pohon yang kokoh dan megah. Kayu bengkirai sendiri memiliki ciri khas warna kuning kecoklatan, yang kerap membuatnya dijuluki sebagai yellow balau.
Karakteristik Kayu Bengkirai
Seperti yang telah disebutkan, kayu bengkirai terkenal karena tampilannya yang menawan. Namun, keistimewaannya tidak hanya berhenti pada estetika. Berikut adalah karakteristik yang membuat kayu ini begitu istimewa.
Mudah Diolah untuk Berbagai Keperluan

Siapa sangka, meskipun memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan kayu jati, kayu bengkirai tergolong mudah diolah? Para pengrajin kayu sering memanfaatkannya untuk berbagai kebutuhan, mulai dari decking (lantai kayu outdoor), meja, hingga konstruksi bangunan. Bukankah fleksibilitas ini sebuah keunggulan yang jarang ditemukan?
Kuat dan Tahan Lama
Menurut data dari Departemen Kehutanan, kayu bengkirai memiliki tingkat kekuatan di kelas I dan II. Artinya, daya tahan kayu ini hampir setara dengan kayu jati. Dengan durabilitas yang tinggi, bengkirai menjadi pilihan tepat untuk kebutuhan eksterior, di mana ketahanan terhadap berbagai elemen adalah suatu keharusan.
Tahan Terhadap Perubahan Cuaca Ekstrem
Apakah Anda pernah khawatir jika perabot outdoor rusak karena cuaca ekstrem? Dengan kayu bengkirai, kekhawatiran itu dapat ditepis. Kayu ini terbukti tahan terhadap panas terik matahari hingga hujan deras. Tak heran, bengkirai sering digunakan untuk decking, jembatan, atau bahkan bantalan rel kereta api.
Serat yang Indah
Kayu bengkirai memiliki serat alami yang begitu menawan. Tak perlu banyak tambahan, serat ini sudah cukup untuk menghadirkan kesan mewah dan eksklusif. Jadi, jika Anda mencari material kayu yang tidak memerlukan banyak sentuhan tambahan, bengkirai adalah pilihan yang sempurna.
Minim Risiko Kelengkungan
Salah satu keunggulan utama kayu bengkirai adalah tingkat kelengkungannya yang sangat minim. Struktur kayu yang keras menjadikannya tahan terhadap air dan tidak mudah bergeser. Dengan sifat ini, bengkirai sangat ideal untuk decking dan berbagai kebutuhan properti outdoor lainnya.
Selengkapnya : Decking kayu Bengkirai Informasi lengkap
Mengenal Kruing

Tidak semua pohon memiliki ciri yang unik seperti keruing. Pohon ini dapat tumbuh hingga ketinggian 65 meter, dengan batang lurus yang berbentuk bulat giling, serta diameter besar berkisar antara 150 cm hingga 260 cm. Keunikan lainnya, batang dan rantingnya akan mengeluarkan resin saat disayat, memberikan perlindungan alami pada pohon ini.
Ranting pohon keruing memiliki tekstur rambut halus hingga kasar, sementara daunnya menyirip lurus dengan urat yang tampak jelas di bagian bawah. Pohon ini juga memiliki daun tunggal berukuran besar dengan lima kelopak. Buahnya, yang disebut buah geluk, berukuran besar dan terbungkus oleh kelopak. Dengan segala ciri tersebut, tidak heran jika pohon keruing menjadi salah satu tanaman unggulan di dunia perkayuan.
Karakteristik Pohon Keruing
Keawetan Kayu Keruing
Kayu keruing termasuk ke dalam kelas III untuk tingkat keawetan, yang berarti dapat bertahan selama belasan hingga puluhan tahun. Jika dirawat dengan baik, umur kayu ini bahkan bisa lebih panjang.
Dalam hal keawetan, kayu keruing setara dengan kayu meranti dan mahoni, tetapi dengan tingkat kekerasan mendekati kayu jati. Karakteristik ini membuatnya sangat cocok untuk digunakan dalam konstruksi bangunan yang membutuhkan material kuat dan tahan lama.

Kekuatan dan Kepadatan
Kayu keruing juga memiliki kekuatan kelas I dan II, menjadikannya material yang solid untuk berbagai kebutuhan. Kemampuannya untuk merekat dengan baik menggunakan lem atau sekrup adalah nilai tambah lain yang sulit diabaikan.
Meski kekuatan kayu keruing mendekati kayu jati, dari segi keawetan kayu jati dan ulin memang lebih unggul. Namun, ketika mempertimbangkan harga, kayu keruing bisa menjadi alternatif yang ekonomis tanpa mengorbankan kekuatan material.
Pengolahan yang Membutuhkan Ketelitian
Pengolahan kayu keruing bukanlah pekerjaan yang mudah. Kayu ini memerlukan perlakuan khusus dan proses yang cukup panjang sebelum bisa digunakan untuk perabot atau konstruksi. Namun, hasil akhirnya tentu sebanding dengan usaha yang dikeluarkan.
Karena beratnya yang ringan, kayu ini rekomendasi untuk digunakan sebagai lambersering plafon kayu.

Selengkapnya : Lambersering kayu Keruing
Perbandingan Lengkap Kayu Kruing dan Bengkirai

Sekarang kita bandingkan langsung kayu Bengkirai dan kayu keruing dai beberapa aspek ya, seperti tingkat keras, kegunaan dan harga.
1. Kualitas Kayu Bengkirai dan Keruing
Kayu Bengkirai untuk Konstruksi
Kayu bengkirai dikenal dengan tingkat keawetan yang bervariasi dari kelas I hingga III, tergantung pada usia kayu tersebut. Dengan tingkat kekuatan mencapai kelas I, kayu ini mampu bertahan terhadap berbagai kondisi cuaca, serta serangan rayap dan jamur.
Bengkirai menjadi pilihan unggul untuk berbagai kebutuhan konstruksi, seperti tiang rumah, kusen, jendela, hingga elemen struktural lainnya. Kemampuan kayu ini dalam menghadapi cuaca ekstrem membuatnya cocok untuk konstruksi berat, termasuk jembatan, bantalan rel kereta, dan bahkan keperluan perkapalan.
Kayu Keruing untuk Konstruksi
Seperti bengkirai, kayu keruing juga banyak digunakan dalam dunia konstruksi dan pertukangan. Dengan daya tahan yang cukup tinggi, keruing termasuk dalam deretan kayu berkualitas seperti jati, ulin, dan bengkirai.
Meski demikian, kayu keruing kurang ideal untuk pembuatan kusen pintu atau jendela. Namun, untuk keperluan lain seperti plafon atau dinding kayu, kayu ini sangat tepat digunakan. Keunggulannya terletak pada kekuatannya, bahkan ketika diolah menjadi lembaran tipis, kayu keruing tidak mudah pecah.
2. Mana yang Lebih Menawan dari Segi Tampilan?
Tampilan Kayu Bengkirai
Dilihat dari warnanya, kayu bengkirai memiliki warna kuning kecokelatan yang sangat natural. Warna ini membuatnya sangat cocok untuk berbagai kebutuhan, terutama decking taman atau balkon, di mana nuansa cerah kayu dapat berpadu harmonis dengan kehijauan taman.
Tampilan Kayu Keruing
Di sisi lain, kayu keruing menawarkan estetika yang lebih gelap dan alami. Dengan warna cokelat gelap dan serat mirip kayu kelapa, kayu keruing memberikan tampilan yang menyerupai kayu Merbau.
3. Ketahanan Terhadap Cuaca Ekstrem

Jika dibandingkan dari segi ketahanan terhadap air dan sinar matahari, kayu bengkirai memiliki keunggulan sedikit lebih tinggi dibandingkan keruing. Namun, kedua jenis kayu ini sebenarnya masih cukup andal untuk penggunaan di area luar ruangan.
Kayu bengkirai memiliki sifat yang sangat tahan air, sehingga setelah proses pengeringan, kayu ini tidak akan menunjukkan retak halus atau keretakan rambut. Hal ini menjadikannya pilihan favorit untuk decking luar ruangan yang memerlukan daya tahan ekstra.
4. Perbandingan Harga dan Biaya
Perbedaan mencolok antara kayu bengkirai dan keruing terletak pada harga. Dengan kualitas yang lebih unggul, harga kayu bengkirai cenderung lebih mahal, bahkan mencapai 40% lebih tinggi dibandingkan keruing.
Meski demikian, bagi yang ingin memanfaatkan decking dari kedua jenis kayu ini, pilihan tetap dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran, mengingat keduanya memiliki keunggulan masing-masing.
Jadi mana yang paling baik menurut Anda?
Demikian pembahasan kali ini mengenai perbandingan kayu bengkirai dan kayu keruing. Semoga pembahasan kali ini bisa bermanfaat.
