Sesuai namanya, rangka plafon kayu merupakan struktur penyangga plafon yang menggunakan material kayu solid.
Fungsi rangka kayu tersebut berperan sebagai penopang material penutup plafon seperti lambersering, gypsum, triplek, PVC, dan lain sebagainya.
Adapun rangka kayunya yang dipasang secara vertikal atau horizontal di bagian atas ruangan maupun di bawah struktur atap, sehingga berperan penting dalam menjaga ke-stabilan plafon dan keindahannya.
Nah, berikut dibawah ini ada beberapa jenis rangka plafon kayu terbaik yang direkomendasikan.
4 Jenis Plafon Kayu Terbaik
1. Kayu Ulin

Kayu ulin dikenal sangat kokoh dan kuat karena tekstirnya yang begitu padat dan sekeras besi.
Tak hanya mampu menahan beban berat, kayu ulin juga sudah terbukti tahan terhadap pengaruh cuaca ekstrim dan serangan rayap.
Baca juga: Decking Kayu Ulin Kalimantan & Jasa Pasang
2. Kayu Meranti

Untuk karakteristiknya, kayu meranti memiliki tekstur yang lebih ringan dengan bobot lebih ringan dibandingkan dengan kayu ulin.
Itu sebabnya, mengapa rangka kayu meranti hanya cocok untuk beban plafon yang tidak terlalu berat.
3. Kayu Glugu

Kayu glugu atau kayu kelapa menawarkan harga yang relatif murah. Meski tidak sekuat ulin maupun meranti, namun kayu glugu masih tetap ideal untuk dijadikan rangka plafon.
Disisi lain, rangka kayu glugu juga membutuhkan perawatan ekstra seperti pemberian lapisan anti rayap dan anti jamur.
4. Kayu Kamper

Dijuluki dengan kayu kamper karena memang memiliki aroma khas seperti kamper, sehingga membuatnya tidak disukai oleh rayap maupun hama kayu lainnya.
Pastinya kayu kamper cocok dijadikan rangka plafon karena daya tahannya yang cukup bagus.
Ukuran Rangka Plafon Kayu yang Ideal
Perlu diketahui, ukuran rangka kayu dapat mempengaruhi tingkat kekuatan, stabilitas, serta keawetan material plafon.

Ukuran rangka plafon kayu yang paling ideal berkisar 5/7 cm, 5/10 cm, sampai 6/12 cm.
Namun, hal tersebut tergantung pada luas bentang dan jenis kayu yang digunakan.
Untuk rumah tinggal biasanya menggunakan ukuran 5/7 cm sebagai standar minimal, terlebih jika bentang antar baloknya tidak terlalu lebar (di bawah 60 cm).
Baca juga: Â Jenis Bahan Rangka Atap
Adapun jarak antar rangka yang disarankan berkisar 40 sampai 60 cm. Apabila menggunakan material gypsum atau triplek, maka jarak rangka kayunya 60 cm saja.
Tapi untuk material plafon yang lebih berat seperti Lambersering Kayu Solid, sebaiknya gunakan jarak 40 cm agar lebih kokoh dan tidak melengkung.
Disisi lain, gunakan kaso atau reng sebagai penyangga tambahan dengan ukuran 4/6 cm atau 3/5 cm.
Keunggulan Rangka Plafon Kayu:
- Menyuguhkan tampilan alami dan elegan berkat warna serta pola serat khas kayu
- Mudah dipotong dan dibentuk sesuai selera, sehingga anda lebih leluasa dalam mengkreasikannya
- Rangka plafon kayu memiliki sifat yang dapat meredam panas dari atap sekaligus meredam suara bising
- Ketersediaan material kayu yang sangat mudah dijumpai di pasaran.
Baca juga: Review Jenis-jenis Lantai Batu Alam Untuk Indoor dan Outdoor
Kekurangan Rangka Plafon Kayu:
- Membutuhkan perawatan khusus secara berkala
- Berpotensi mengalami pelapukan dan terserang rayap maupun hama kayu lainnya
- Dibandingkan dengan besi hollow, rangka kayu memang mudah terbakar
- Berpotensi mengalami pemuaian dan penyusutan akibat perubahan suhu disekitarnya.
Demikianlah penjelasan singkat mengenai jenis-jenis rangka plafon kayu beserta keunggulan dan kekurangannya.
Bagaimana, apakah anda juga tertarik untuk menggunakan rangka plafon kayu?
