mengenal bata ringan beserta keunggulan dan kekurangannya

Bata ringan – Tentu kita semua sudah tidak asing lagi dengan sebuah material yang bernama bata. Ya jelas demikian, sebab bata merupakan salah satu jenis material yang selalu diandalkan dalam dunia konstruksi.

Hal itu pun terbukti, yang mana sebagian besar bangunan di dunia ini menggunakan bata sebagai bahan pondasi dinding. Dengan demikian, maka tak heran jika material tersebut sangat mudah untuk kita jumpai dipasaran.

Harga yang ditawarkannya pun cukup bervariasi, karena tergantung ukuran serta jenis dari bata itu sendiri. Pada mulanya bata merah dan batako kerap diaplikasikan pada proyek konstruksi, entah itu dalam tahap perencanaan maupun pelaksanaan.

Seiring dengan berjalannya waktu, kini dunia konstruksi mulai melirik bata ringan sebagai bahan pondasi dinding bangunan. Nah, untuk mengenal lebih jauh lagi seputar bata ringan, mari kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

Apa Itu Bata Ringan…???

Bata ringan atau yang biasa disebut dengan istilah bata hebel, merupakan material bangunan yang fungsinya untuk membuat pondasi dinding bangunan. Pada dasarnya, istilah hebel itu sendiri merupakan sebuah merk bata ringan yang berasal dari Jerman.

Baca Juga : Review Macam ukuran Keramik Lantai

Namun, sebagian besar masyarakat kita salah kaprah sehingga bata ringan kerap disebut dengan istilah bata hebel. Adapun mengenai material bata ringan yang terdiri dari campuran semen, pasir kuarsa, dan gypsum yang diolah dengan pasta aluminium.

bata ringan tipe AAC & CLC

Menurut informasi yang didapat, bata ringan pada umumnya akan dibedakan lagi kedalam dua tipe berbeda, yakni tipe AAC (Autoclaved Aerated Concrete) dan tipe CLC (Cellular Lightweight Concrete). Kedua tipe bata ringan tersebut terbuat dari bahan campuran yang sama, hanya saja berbeda dari proses pengeringan.

Pada proses pengeringannya, bata AAC akan dikeringkan menggunakan tekanan tinggi, sedangkan tipe CLC dikeringkan secara alami. Berbeda tipe bata ringan yang dipilih, maka produktivitas pemasangan dan biaya operasionalnya pun akan berbeda pula. 

Bata ringan tipe AAC dinilai jauh lebih cepat ketimbang tipe CLC. Akan tetapi, biaya pemasangan bata ringan tipe AAC secara otomatis akan lebih tinggi juga.

Keunggulan Bata Ringan

1. Sebagai Pengatur Suhu Ruangan

Keunggulan Bata Ringan - sebagai pengatur suhu ruangan

Selain terkenal dengan tingkat ketahanannya, bata ringan juga mempunyai sifat yang mampu membuat sebuah bangunan secara utuh terlindungi dengan sangat baik. Hal itu bukan tanpa alasan, karena bata ringan mempunyai pori-pori yang bertugas untuk menyerap udara panas dari luar ruangan.

Dengan begitu, maka suhu dalam sebuah bangunan yang menggunakan bata ringan ini selalu terasa sejuk. Ditambah lagi dengan teksturnya yang begitu padat dan solid, sehingga tak heran jika bata ringan memiliki kemampuan yang dapat meredam suara berisik dari arah luar dengan sangat baik.

2. Proses Finishing yang Lebih Simple dan Mudah

Keunggulan Bata Ringan - proses finishing yang mudah

Perlu anda ketahui, bata ringan ini memiliki sisi yang lebih presisi dan tingkat kerataan permukaannya yang lebih halus ketimbang jenis bata merah. Tentu saja hal tersebut dapat mempermudah proses finishing bata ringan untuk pengerjaan konstruksi bangunan.

Belum lagi bobot bata ringan yang cukup enteng sehingga proses pemasangannya juga menjadi lebih mudah, rapi, dan maksimal.

Artikel Menarik Lainnya : Kenapa Plint Sangat Penting Saat Mau Memasang Lantai Kayu?

3. Memiliki Tekstur Sekuat Beton

Keunggulan Bata Ringan - tekstur sekuat beton

Keunggulan berikutnya dari bata ringan yang harus anda ketahui, yakni memiliki tingkat ketahanan yang setara dengan beton. Dengan demikian, maka tak heran juga jika daya tahan pada bata ringan ini sudah memenuhi standarisasi bahan bangunan anti gempa.

Nah, karena keunggulan tersebutlah yang membuat bata ringan selalu diandalkan dalam pembangunan gedung-gedung pencakar langit. Bahkan, tak jarang pula bata ringan ini kerap dilibatkan dalam pembangunan pusat-pusat perbelanjaan yang megah.

Kekurangan Bata Ringan

1. Tidak Bisa Dibeli Secara Eceran

Kekurangan Bata Ringan - tidak bisa dibeli eceran

Kekurangan pertama dari bata ringan yang harus anda ketahui, yakni tidak bisa dibeli dalam jumlah yang sedikit. Dengan kata lain, penjualan bata hebel hanya berlaku untuk partai besar saja. Bukan hanya itu, bahkan keberadaan bata ringan ini tergolong cukup sulit untuk kita jumpai dipasaran.

Pasalnya, bata ringan hanya teredia di departemen store bahan bangunan atau di toko distributor dengan skala yang besar saja. Itu sebabnya, mengapa sebagian besar hunian yang ada di Indonesia ini jarang menggunakan jenis bata ringan.

Jika anda ingin merenovasi rumah pada bagian tertentu saja, sebaiknya gunakan jenis bata merah agar bisa dibeli eceran.

2. Bata Ringan Harus Dipasang Oleh yang Berpengalaman

Kekurangan Bata Ringan - harus dipasang oleh yang berpengalaman

Mungkin bata merah masih bisa dipasang oleh orang yang sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam bidang konstruksi. Akan tetapi, hal tersebut tidak akan berlaku bagi bata ringan. Pasalnya, pemasangan bata ringan harus dilakukan oleh orang yang benar-benar ahli di bidangnya lho.

Biasanya proses pemasangan bata ringan ini akan menggunakan roskan yang bergigi. Oleh karena itu, diperlukan tukang pasang yang sudah berpengalaman dalam pemasangan bata ringan.

3. Proses Pengeringan yang Bisa Memakan Waktu Lama

Kekurangan Bata Ringan - proses pengeringan yang memakan waktu lama

Apabila proses pemasangan bata ringan di lakukan pada musim hujan, tentu saja kondisi tersebut dapat mempengaruhi proses pengeringannya. Sebab bata ringan yang terlalu lama basah akibat guyuran air hujan, maka proses pengeringannya bisa memakan waktu yang lebih lama lagi.

Bukan hanya itu, proses pemasangan bata ringan juga harus selesai dalam kondisi yang benar-benar kering. Jika pemasangannya tetap dipaksakan menggunakan plester sebelum kering, maka hal ini akan menimbulkan bercak berwarna kuning pada plesternya.

4. Menawarkan Harga yang Lebih Mahal

Kekurangan Bata Ringan - menawarkan harga yang lebih mahal

Inilah yang menjadi salah satu alasan, mengapa bata ringan tidak bisa dibeli dalam jumlah yang sedikit. Ya, hal tersebut dikarenakan harga bata ringan yang lebih mahal dibanding bata merah maupun batako. Lantas, seberapa mahalkah harga bata ringan di pasaran…???

Menurut informasi yang didapat, harga bata ringan di pasaran yang dibanderol sekitar Rp 750 ribu per 133 pcs/m2. Harga tersebut berlaku untuk bata ringan dengan ukuran paling kecil, yakni sekitar 20 x 50 7.5 cm. Lain halnya dengan ketebalan custom yang harganya bisa mencapai Rp 800 ribuan.

Baca Juga : List Harga Lantai Kayu & Biaya Pasang 2021

Nah, seperti itulah beberapa keunggulan dan kekurangan dari bata ringan, sehingga bisa anda jadikan sebagai bahan pertimbangan sebelum menggunakannya.

Scroll to Top