Jenis lem kayu – Setiap material kerap dihadapkan pada berbagai permasalahan, seperti terjadi keretakan bahkan hingga mengalami patah. Begitu juga dengan material kayu yang memang tidak bisa lepas dari permasalahan tersebut.
Namun untungnya, material kayu yang mengalami keretakan atau patah bisa diperbaiki kembali dengan media perekat seperti lem. Akan tetapi, lem yang digunakan untuk merekatkan kayu itu bukanlah jenis lem sembarangan lho!
Maka dari itu, penting bagi kamu untuk mengetahui jenis-jenis lem khusus kayu yang tersedia dipasaran. Nah, berikut di bawah ini ada beberapa jenis lem kayu yang paling umum digunakan:
6 Jenis Lem Kayu Terpopuler
Dibawah ini beberapa jenis lem kayu paling rekomendasi dan banyak digunakan dalam berbagai kebutuhan pengeleman kayu. Antaranya:
1. Lem Putih PVAc
Jenis lem PVAc memiiliki tampilan warna putih yang kerap digunakan untuk kebutuhan furniture indoor maupun outdoor. Hal itu bukan tanpa alasan, karena lem PVAc memiliki sifat yang lentur sehingga membuatnya bisa disesuaikan dengan berbagai kondisi cuaca.

Selain itu, bahkan Lem PVAc juga tidak akan meninggalkan bekas setelah proses perekatan materialnya selesai. Mengapa demikian? Ya, sebab ketika sudah mengering maka warna lemnya akan berubah menjadi bening.
Namun, terdapat satu kekurangan dari Lem Putih PVAc yang harus kamu ketahui. Adapun kekurangan dari Lem Putih PVAc, yakni proses pengeringannya yang terbilang lama. Maka dari itu, perekatan material kayu dengan Lem Putih PVAc
Baca juga: Fungsi dan Jenis Amplas yang Berdasarkan Kebutuhan
2. Lem Cyanoacrylate Adhesive
Lem Cyanoacrylate Adhesive tampil dalam bentuk cairan bening. Meski demikian, lem ini akan meninggalkan bekas berwarna gelap yang dapat menyesuaikan dengan tingkat residu dari bahan yang direkatkan.

Biasanya Lem Cyanoacrylate Adhesive digunakan untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan ringan terhadap material kayu, seperti keretakan kecil atau di bagian ujung material kayunya terdapat sedikit kerusakan.
Salah satu keunggulan dari Lem Cyanoacrylate Adhesive ini adalah proses pengeringannya yang sangat cepat, sehingga ideal digunakan bagi kamu yang tidak memiliki banyak waktu. Dibalik keunggulannya, ternyata lem Lem Cyanoacrylate Adhesive juga mempunyai kekurangan yang harus diketahui.
Menurut informasi yang didapat, tekstur pada lem Cyanoacrylate Adhesive ini tidak terlalu kuat sehingga membuatnya mudah patah. Bukan hanya itu, bahkan lem tersebut bisa meresap ke dalam pori-pori kayu yang menjadikannya tidak cocok digunakan untuk mengisi gap pada sambungan kayu.
3. Dextone Epoxy Adhesives
Komposisi utama pada jenis lem Dextone Epoxy Adhesives ini terdiri dari dua varian, yakni resin dan hardener. Kedua kandungan tersebut berperan untuk mengasilkan perekat dengan tingkat kekuatan dan ketahanan yang sangat baik.

Bukan hanya itu saja, bahkan jenis lem kayu yang satu ini sudah terbukti tahan terhadap suhu yang tinggi. Selain digunakan untuk material kayu, lem Dextone Epoxy Adhesives juga bisa kamu gunakan untuk merekatkan besi, keramik, baja, dan lain sebagainya.
Sebelum menggunakan lem tersebut, pastikan permukaan material yang akan diolesi lemnya harus dibasahi dulu dengan air.
Artikel Menarik Lainnya: Berikut Jenis-jenis Kaca yang Sering Digunakan Untuk Hunian
4. Lem Epoxy
Salah satu keunggulan dari Lem Epoxy ini adalah kemampuannya yang tahan teradap suhu tinggi, sehingga sangat ideal digunakan untuk merekatkan material kayu. Selain material kayu, bahkan lem tersebut juga bisa kamu gunakan untuk merekatkan keramik, besi, dan material lainnya.

Adapun mengenai komposisi Lem Epoxy yang terdiri dari dua kandungan, yaitu berupa resin dan pengeras. Itu sebabnya, mengapa Lem Epoxy memiliki tekstur yang keras dan tahan terhadap air maupun bahan kimia lainnya.
Namun, kamu harus berhati-hati saat hendak mencampurkan Lem Epoxy dengan zat kimia lainnya. Pasalnya, Lem Epoxy ini akan langsung menunjukan reaksi pengeringan dengan cepat dan maksimal.
5. Lem Aica Aibon
Memang tidak bisa dipungkiri laig bahwa Aica Aibon merupakan salah satu jenis lem yang bersifat multifungsi alias serbaguna. Pasalnya, lem ini dapat digunakan untuk merekatkan material apa saja, mulai dari kayu, besi, melamin, beton, logam, dan lain sebagainya.

Hal itu bukan tanpa alasan, karena Lem Aica Aibon terbuat dari bahan pelarut organik dan karet sintetis sehingga teksturnya cukup elastis. Kendati teksturnya elastis, namun Lem Aica Aibon memiliki daya rekat dan daya tahan yang sangat baik,
Cara penggunaanya lem ini terbilang mudah, dimana kamu hanya perlu membersihkan permukaan material kayu, kemudian oleskan dan ratakan lem pada permukaan kayu yang akan direkatkan. Tunggu sampai lem mengering, setelah itu rekatkan dua sisi material kayu yang sudah dilem tadi.
Baca Juga: Harga Kayu Bangunan Berdasarkan Jenis dan Ukurannya
6. Lem Polyurethane (PU)
Jenis lem kayu berikutnya yang akan dibahas, yakni berupa Lem Polyurethane. Mengenai fungsinya, Lem Polyurethane dapat digunakan untuk kebutuhan furniture indoor dan outdoor.

Sebelum menggunakan Lem Polyurethane, disarankan untuk membasahi dulu permukaan material kayunya, setelah itu lap dengan menggunakan kain hingga kering. Ya, hal ini bertujuan untuk membersihkan kotoran atau partikel yang masih menempel pada material kayu.
Apabila sudah bersih, silahkan lem material kayu yang hendak direkatkan, lalu rekatkan kedua sisinya. Pada tahap selanjutnya, kamu hanya tinggal membiarkannya semalaman agar lem bisa kering secara maksimal.
Tips Menggunakan Lem Kayu
Meski terlihat mudah, ternyata penggunaan lem kayu itu tidak boleh dilakukan secara asal-asalan lho. Maka dari itu, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam penggunaan lem kayu. Ya, salah satunya dengan menyesuaikan jenis lem yang akan digunakan
Berikut ini beberapa tips penting yang wajib kamu pahami:
1. Perhatikan Kondisi Media Permukaan Kayu
Pastikan permukaan kayu yang akan direkatkan dalam kondisi kering, bersih, dan rata. Kayu yang lembab atau berdebu dapat mengurangi daya rekat lem. Untuk hasil terbaik, suhu lingkungan idealnya berada di antara 20–30°C, serta tingkat kelembapan kayu tidak lebih dari 12%.
2. Sesuaikan Kekentalan Lem
Tingkat kekentalan lem sangat menentukan kemudahan aplikasi dan kekuatan rekatnya. Lem yang terlalu encer bisa meresap terlalu dalam dan tidak efektif, sementara lem yang terlalu kental bisa sulit diratakan. Aduk lem terlebih dahulu sebelum digunakan dan ikuti rekomendasi kekentalan dari produsennya. Beberapa lem harus diencerkan dengan air, namun ada juga yang langsung pakai.
3. Gunakan Teknik Pengolesan yang Tepat
Teknik pengolesan harus merata dan tidak berlebihan. Cukup oleskan tipis-tipis di permukaan yang akan disatukan, karena lem yang terlalu tebal bisa menyebabkan noda dan pemborosan. Gunakan kuas, spatula, atau roller kecil untuk meratakan lem secara konsisten.
4. Gunakan Alat Bantu seperti Clamp atau Penjepit
Setelah kedua permukaan ditempelkan, gunakan clamp (penjepit) untuk menekan sambungan selama proses pengeringan. Ini penting agar lem benar-benar menempel rata dan tidak ada celah udara di antara sambungan. Waktu penjepitan biasanya disesuaikan dengan jenis lem, bisa antara 30 menit hingga beberapa jam.
5. Perhatikan Waktu Pengeringan
Jangan terburu-buru membuka clamp atau langsung memindahkan benda yang direkatkan. Biarkan lem mengering sempurna. Waktu pengeringan bisa bervariasi tergantung jenis lem dan kondisi lingkungan, namun sebagai patokan umum, berikan waktu setidaknya 12–24 jam untuk hasil yang optimal.
6. Bersihkan Noda Lem yang Masih Tersisa
Sebelum lem benar-benar kering, segera bersihkan sisa-sisa lem yang menetes atau berlebih menggunakan kain lembab. Jika sudah mengering, noda lem bisa lebih sulit dibersihkan dan dapat merusak tampilan akhir, terutama jika permukaan akan difinishing dengan pelitur atau cat.
Demikanlah ulasan singkat mengenai berbagai jenis lem kayu beserta cara penggunaannya. Bagaimana, apakah kamu berencana untuk menggunakan salah satu jenis lem kayu tersebut?
