Jenis dan Fungsi Amplas yang Harus Diketahui

jenis amplas
5/5 - (1 vote)

Jenis amplas – Mungkin sebagian besar masyarakat sudah tidak asing lagi dengan sebuah benda bernama amplas. Ya, benda yang satu ini umumnya dijumpai dalam industri perkayuan.

Adapun fungsi amplas yang digunakan untuk menghaluskan permukaan tekstur kayu yang tadinya kasar.

Tak hanya untuk kayu, bahkan amplas juga bisa digunakan untuk menghaluskan material lainnya lho.

Itu sebabnya, mengapa amplas dibedakan berdasarkan material yang akan menjadi objeknya.

Nah, bagi kamu yang ingin tahu seputar jenis-jenis amplas, mari kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

Macam-macam Jenis Amplas

1. Amplas Kayu

Sebagaimana yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa amplas kerap digunakan untuk kebutuhan industri perkayuan.

Biasanya jenis amplas kayu tampil dalam bentuk roll kain yang berbahan alumunium oxide.

Amplas Kayu

Selain itu, ada juga amplas kertas yang materialnya terbuat dari bahan silicon carbide. Para pengrajin kayu akan menggunakan jenis amplas tersebut yang berdasarkan pengaplikasiannya.

Seperti halnya amplas alumunium oxide yang biasa digunakan untuk kayu kering tanpa air.

Adapun amplas berbahan silicon carbide yang umumnya digunakan untuk kebutuhan mebel kayu, dengan menggunakan cat duco pada tahap finishing.

Baca juga: Rekomendasi Cat Finishing Kayu Outdoor

2. Amplas Tembok

Pada dasarnya, proses pengamplasan terhadap tembok dapat menggunakan amplas yang berbahan silicon carbide maupun aluminium oxide.

Amplas Tembok

Akan tetapi, bahan amplas yang biasa digunakan untuk pengamplasan tembok adalah amplas aluminium oxide.

Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat harga amplas aluminium oxide lebih murah dibandingkan dengan silicon carbide.

Bahkan, tahap pengamplasan pada tembok haruslah kering tanpa menggunakan air sehingga amplas aluminium oxide lebih cocok untuk digunakan.

Untuk tahap pengamplasan tembok biasanya akan dilakukan sebelum proses plamir, atau sebelum pengecatan guna membersihkan kotoran dan partikel yang menempel di tembok.

3. Amplas Besi

Untuk pengerjaan pengamplasan material logam besi yang tidak terlalu keras, biasanya para pengrajin akan menggunakan amplas yang berbahan silicon carbide.

Pasalnya, amplas silicon carbide memiliki grit tinggi yang bisa digunakan untuk menghaluskan pada saat proses finishing dilakukan.

Amplas Besi
foto@Edukasi Kompas

Tak hanya itu, amplas berbahan silicon carbide juga bisa diaplikasikan dengan menggunakan air sehingga dapat mengurangi partikel maupun serbuk besi dari hasil pengamplasan.

Nah, serbuk-serbuk besi tersebutlah yang nantinya akan berdampak negatif terhadap kesehatan tubuh.

4. Amplas Duco (Amplas Air)

Jenis amplas berikutnya yang akan dibahas, yakni berupa amplas duco alias amplas air. Ya, jenis amplas ini mengacu pada amplas yang berbahan silicon carbide.

Namun, masyarakat lebih mengenal amplas tersebut dengan istilah amplas duco.

Amplas Duco (Amplas Air)
foto@InfoPublik

Hal itu bukan tanpa alasan, karena amplas duco sering kdigunakan untuk kebutuhan finishing pada bidang otomotif.

Amplas duco biasa digunakan untuk menghaluskan tekstur bodi kendaraan setelah di dempul.

Baca juga: Berikut Daftar Jenis Kayu yang Anti Air

Ukuran Grift Amplas

Ukuran Grift Amplas

P4 dan P60

Amplas ukuran P4 dan P60 biasa digunakan untuk menghaluskan tekstur permukaan material kayu yang kasar.

Tak hanya itu, jenis amplas ini juga bisa dipergunakan untuk menghilangkan cat yang masih menempel pada material kayu.

P80

Amplas ukuran P80 juga memiliki fungsi yang dapat memperbaiki tekstur serta menghaluskan permukaan kayu yang tergores.

Contohnya seperti tergores oleh gergaji, paku, dan benda-benda tajam lainnya. Namun, apabila goresannya terlalu dalam, maka cara memperbaikinya harus dengan di dempul.

P100 dan P120

Amplas yang berukuran P100 – P120 biasa digunakan proses penghalusan permukaan material setelah diamplas dengan menggunakan amplas P80. Dengan menggunakan amplas P100 – P120, itu artinya material kayu sudah siap untuk diberi lapisan cat.

Baca juga: Review Macam Ukuran Keramik Lantai

P180

Penggunaan amplas ini bertujuan untuk lebih menghaluskan material agar nantinya bisa dilakukan pengecatan.

Menariknya lagi, bahkan amplas ukuran P180 juga bisa kamu gunakan untuk menghaluskan permukaan meterial kayu dengan serat-serat kecil yang keluar dari permukaannya.

Jika ukuran material kayunya sudah pas dan tidak butuh banyak perubahan, kamu hanya tinggal melakukan sedikit finishing.

P240

Amplas dengan ukuran P240 ini sangat coco digunakan untuk tahap finishing yang lebih halus, agar nantinya tidak perlu lagi dilakukan pengecatan untuk menutup serat kayunya.

Dengan menggunakan amplas P240, maka tekstur permukaan material kayu akan lebih halus tanpa adanya corak dan serat.

P320

Setelah menggunakan amplas P240, selanjutnya kamu bisa menggunakan amplas yang berukuran P320 untuk lebih menghaluskan tekstur permukaannya.

Hal itu bukan tanpa sebab, karena sebagian kayu dan sebagian pengerjaan dibutuhkan tahap penghalusan kayu yang lebih lagi agar dapat mendapatkan hasil sempurna.

P400

Sebenarnya amplas ukuran P400 memang jarang digunakan. Hal ini dikarenakan level kehalusannya setingkat lebih halus daripada amplas P320.

Dengan kata lain, kebanyakan para pengrajin kayu hanya perlu menggunakan amplas P320 saja untuk menyelesaikan kebutuhan pengerjaannya.

Oleh karena itu, jenis amplas P400 hanya digunakan untuk menghaluskan lapisan poliuretan.

P800

Jenis ukuran amplas berikutnya yang akan dibahas, yakni bernama P800.

Ukuran amplas yang satu ini lebih cocok digunakan untuk finishing terakhir terhadap material kayu yang rentan mengalami kerusakan atau patah.

Dengan kata lain, kayu yang berukuran kecil dan tipis bisa dihaluskan dengan menggunakan amplas P800 ini.

Namun, cara peng-amplasannya harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak struktur kayu.

Cara Menggunakan Amplas Sesuai Kebutuhan

Cara Menggunakan Amplas Sesuai Kebutuhan

* Cara pertama

Gunakan balok kayu jika kamu akan melakukan peng-amplasan terhadap bidang top table, atau bagian kayu yang memerlukan tingkat kerataan tinggi.

Adapun penggunaan balok kayu tersebut bertujuan untuk menghindari terjadinya ekukan terhadap permukaan kayu ketika kamu menggunakan jari untuk mengamplas.

Pasalnya, hal ini dikarenakan adanya tekanan dari jari sehingga akan membuat hasil finishingnya tidak merata.

* Cara kedua

Gunakan sponge yang berbentuk silinder ketika kamu akan mengamplas permukaan kayu yang berlekuk, seperti ukiran atau siku furniture.

Sponge ini akan membantu proses pengamplasan agar bisa mengikuti lekukan dari material kayu, sehingga nanti hasilnya akan lebih halus secara merata.

Baca juga: Cara Pasang Lantai Parket Solid di Atas Media Acian & Keramik

* Cara ketiga

Gunakanlah pisau palet (untuk dempul), kemudian balutkan pisau amplasnya pada palet dan amplas bagian yang sulit dijangkau, seperti siku bagian dalam atau siku yang mempunyai bekas lem.

Dengan begitu, maka tekanan dari ujung pisau palet tersebut akan membuat lapisan lem serta pada bagian sikunya menjadi semakin halus.

* Cara Keempat

Bagi kamu yang hendak mengamplas objek yang lebih luas, sebaiknya gunakan mesin sander untuk menghilangkan lapisan coating.

Mesin tersebut nantinya akan bekerja dengan cepat yang dapat mengikis permukaan kayu yang tidak rata.

Tak hanya itu, penggunaan mesin sander juga dapat membuat tekstur material kayu menjadi lebih halus dalam waktu yang singkat.

* Cara Kelima

Apabila tekstur permukaan kayu sudah terasa halus, segera hentikan pengamplasan. Dalam hal ini, kamu bisa mengetahuinya dengan cara mera kayu menggunakan tangan kosong.

Pasalnya, para pengrajin kayu juga kerap melakukan cara tersebut untuk mengetahui tingkat kehalusan pada material kayu.

Itu dia penjelasan singkat mengenai berbagai jenis amplas yang berdasarkan material dan ukurannya, sehngga bisa kamu jadikan sebagai bahan penambah wawasan.

Scroll to Top