Kayu Meranti Sangat Dibenci Rayap...!!!

Kayu meranti – Pastinya kita sudah tidak asing lagi degan sebuah material bangunan yang berupa kayu. Ya, material yang satu ini memang selalu diandalkan dalam bidang konstruksi, mulai dari pembangunan rumah, gedung, pabrik, dan bangunan lainnya.

Tak hanya diandalkan dalam bidang konstruksi, bahkan material kayu juga selalu menjadi pilihan utama untuk berbagai kebutuhan property dan furniture. Ada banyak sekali jenis kayu asli Indonesia yang sering dijadikan bahan baku untuk pembuatan furniture, dan salah satunya adalah kayu meranti.

Nah, untuk mengenal lebih jauh lagi seputar kayu meranti, mari kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

Karakteristik Kayu Meranti

Pada dasarnya, setiap jenis kayu itu memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Begitu pun dengan kayu meranti yang memiliki karakteristik tersendiri, sehingga menjadi pembeda diantara jenis-jenis kayu lainnya.

1. Tekstur Kayu Meranti

Dalam industri perkayuan, biasanya tekstur kayu meranti akan ditentukan dari sel kayu dan keseragaman sel kayu yang menyusun.

Mengenai ciri khasnya, kayu meranti ini tampil dengan batas lingkar yang tumbuh tidak jelas, pembuluh berpori baur, mempunyai persebaran tunggal dan ganda radial, tidak memiliki lingkaran tahun dan bertekstur rata.

Baca Juga : Mengenal Lebih Dekat Lagi Tentang Kayu Ulin

2. Serat Kayu Meranti

Dari segi serat, kayu meranti ini bisa dibilang lebih baik ketimbang jenis kayu lainnya. Hal itu bukan tanpa alasan, karena ia memiliki ikatan antar serat yang begitu baik.

Alhasil, serat tersebut menjadikan lembaran pulp yang dihasilkan dari kayu meranti memiliki ketahanan terhadap benturan. Bahkan yang lebih hebatnya lagi, tingkat kekuatan tarik lembaran pulp pada kayu meranti juga cukup mumpuni lho.

Jenis-jenis Kayu Meranti

1. Kayu Meranti Merah

jenis kayu meranti - meranti merah

Sebenarnya jenis kayu meranti yang satu ini tidak murni berwarna merah secara keseluruhan. Pasalnya ia tampil dengan warna agak gelap kemerahan, cokelat, dan keunguan. Bukan hanya itu, terdapat pula garis putih resin yang berada diantara serabut di dalamnya.

Pohon kayu meranti merah mempunyai akar yang tahan terhadap pembusukan, sehingga membuatnya tidak akan mudah diserang oleh berbagai jenis hama (termasuk rayap). Itu sebabnya, mengapa kayu meranti merah selalu diandalkan untuk bidang konstruksi maupun furniture.

Menurut informasi yang didapat, meranti merah ini merupakan salah satu jenis tumbuhan yang mudah berbaur dengan tanaman lain, sehingga ia bisa tumbuh dimana saja (kecuali di tanah liat). Jenis meranti merah tumbuh di ketinggian sekitar 0 – 800 mdpl yang umumnya berada di kawasan hutan tropis Asia Tenggara, termasuk juga di Indonesia.

Baca Juga : Karakteristik Kayu Bengkirai, Unik dan Beda Dari Jenis Lainnya

2. Kayu Meranti Putih

jenis kayu meranti - meranti putih

Dinilai dari segi tekstur, kayu meranti putih ini memang lebih halus ketimbang kayu meranti merah. Bukan hanya itu, permukaan meranti putih juga tampak licin dan agak sedikit kasar. Meranti putih pada umumnya sering dijadikan bahan baku untuk pembuatan furniture seperti, meja, kursi, dan sebagainya.  

Pohon kayu meranti putih bisa hidup pada ketinggian hingga mencapai 1000 mdpl. Namun, ia tidak bisa tumbuh di sembarang jenis tanah. Sebab pohon kayu meranti putih hanya akan tumbuh pada jenis tanah latosol, podsolik merah-kuning, dan podsolik kuning.

3. Kayu Meranti Kuning

jenis kayu meranti - meranti kuning

Pada awal proses pegolahan, jenis kayu meranti yang berikutnya ini memang tampil dengan warna kuning kecoklatan. Seiring dengan bertambahnya usia, maka tampilan kayu meranti tersebut akan tampak menggelap.

Bukan hanya itu, jenis kayu meranti kuning juga rentan terhadap pembusukkan dan mudah diserang oleh hama rayap. Dari segi tekstur, kayu meranti kuning ini memang lebih kasar dibanding meranti merah maupun kuning.

Keunggulan Kayu Meranti

1. Proses Pengeringan yang Mudah

keunggulan kayu meranti - mudah dikeringkan

Kandungan air pada kayu meranti ini hanya mencapai 15% saja, sehingga membuatnya mudah saat melalui proses pengeringan. Adapun mengenai bobot kayu meranti yang berkisar antara 0,3 – 0,86.

Terdapat dua teknik yang biasa dilakukan untuk proses pengeringan kayu meranti, yakni dengan cara alami melalui paparan sinar matahari dan melalui alat pengering. Proses pengeringan tersebut bertujuan untuk menjaga ukuran serta bentuk kayunya agar tetap stabil.

2. Kuat dan Tahan Lama

keunggulan kayu meranti - kuat dan tahan lama

Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa kayu meranti terkenal dengan tingkat keawetannya yang begitu mumpuni. Terlebih untuk jenis kayu meranti merah, yang mana daya tahannya itu jauh lebih baik ketimbang meranti putih maupun meranti kuning.

Dalam industri perkayuan, kekuatan kayu akan dikategorikan menjadi lima tingkatan. Ya, semakin kecil tingkatan kelasnya, maka kekuatan kayu tersebut akan semakin bagus. Tingkat kekuatan jenis kayu meranti merah termasuk kedalam golongan kelas II – IV, sehingga daya tahannya mampu mencapai 11 tahun.

Untuk tingkat keawetannya, kayu meranti merah termasuk ke dalam kelas III – IV yang dapat bertahan hingga 10 tahun. Adapun proses pengawetan kayu meranti yang biasanya menggunakan campuran minyak diesel dan kreosot.

3. Cocok Untuk Dijadikan Bahan Bangunan

keunggulan kayu meranti - cocok untuk dijadikan bahan bangunan

Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa kayu meranti selalu diandalkan dalam bidang konstrusksi bangunan. Ya jelas demikian, sebab kriteria kayu yang satu ini memang sangat ideal untuk menunjang berbagai kebutuhan konstruksi dan property.

Kayu meranti umumnya digunakan untuk pembuatan kusen pintu, jendela, ralling tangga, lantai kayu parket, rangka atap, dan masih banyak lagi. Selain diandalkan dalam bidang konstruksi, kayu meranti pun tidak luput untuk dijadikan berbagai kebutuhan furniture.

4. Kayu Meranti Tahan Terhadap Serangan Rayap

keunggulan kayu meranti - tahan terhadap serangan rayap

Inilah keunggulan dari kayu meranti yang membuat para produsen kayu maupun pengrajin kayu jatuh cinta kepadanya. Tak hanya tahan terhadap serangan rayap, bahkan kayu meranti juga sudah terbukti tidak mudah mengalami pemuaian dan penyusutan lho.

Demikianlah ulasan singkat seputar seluk beluk dari kayu meranti, sehingga bisa kita jadikan sebagai bahan penambah wawasan.

Scroll to Top