Model plafon gypsum – Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa gypsum menjadi salah satu jenis material yang selalu diandalkan untuk kebutuhan plafon hunian.
Hal itu bukan tanpa alasan, karena harga material gypsum relatif terjangkau serta sangat mudah dijumpai dipasaran.
Gypsum terbuat dari campuran mineral kalsium sulfat dengan air yang melalui proses pengeringan, sehingga ia menjadi lebih padat dan dibalut dengan kertas khusus.
Nah, untuk mengenal lebih jauh lagi seputar plafon gypsum mending simak langsung penjelasannya di bawah ini.
Berbagai Jenis dan Model Gypsum
1. Flat Ceiling (Plafon Rata)

Sesuai dengan namanya, model plafon yang satu ini tampil dengan bentuk rata yang membuatnya cocok untuk rumah bergaya minimalis.
Bahkan proses pemasangannya pun terbilang simpel, sehingga biaya operasionalnya menjadi lebih hemat.
Baca juga: Pilih List Plafon Kayu Atau List Gypsum? Yuk, Bandingkan Kualitasnya
2. Drop Ceiling (Plafon Bertingkat)

Drop Ceiling dirancang dengan satu bagian lebih rendah dari plafon utama, agar mendapatkan efek visual bertingkat.
Sebagai pelengkapnya, biasanya model Drop Ceiling kerap dipercantik dengan lampu stril LED.
3. Coffered Ceiling (Plafon Kotak-kotak)

Untuk anda yang ingin mempertegas kesan klasik dan kemewahan, maka model Coffered Ceiling merupakan pilihan paling tepat.
Ya, Coffered Ceiling merupakan desain plafon dengan panel-panel berbentuk kotak yang membuatnya terlihat menarik secara visual.
4. Dome Ceiling (Plafon Kubah)

Selanjutnya ada model Dome Ceiling yang biasanya diaplikasikan pada rumah-rumah ibadah, seperti Masjid, Gereja, dan lain sebagainya.
Tak hanya rumah ibadah, model Plafon Kubah juga cocok diaplikasikan untuk rumah bergaya Mediterania.
Namun, proses pemasangan dome ceiling merupakan yang paling rumit dibanding dengan model plafon lainnya.
Baca juga: Plafon WPC: Menawarkan Sensasi Natural Seperti Kayu Asli
Keunggulan Plafon Gypsum:
- Material gypsum memiliki tekstur permukaan yang lebih halus, sehingga dapat menyuguhkan kesan bersih sekaligus mudah di finishing
- Selain halus, tektur gypsum juga bersifat fleksibel yang membuatnya modah dibentuk dan dikreasikan sesuai selera
- Dari segi bobot, material gypsum memang lebih ringan dibandingkan dengan GRC maupun kayu sehingga dapat memudahkan proses pemasangan
- Plafon gypsum memiliki kemampuan yang cukup dalam menyerap suara, terlebih jika dipadukan dengan material insulasi
- Ketika terjadi keretakan atau berlubang, maka bagian rusak tersebut bisa diperbaiki tanpa harus membongkar seluruh plafon.
Kekurangan Plafon Gypsum:
- Ketika terkena air dan kelembapan, plafon gypsum biasanya akan menggelembung, berjamur, hingga berpotensi roboh
- Plafon gypsum tidak cocok dipasang di area outdoor karena sifatnya yang tidak tahan terhadap air dan kelembapan
- Kekurangan plafon gypsum berikutnya yang harus diketahui, yakni tidak mampu menahan beban berat serta tidak tahan terhadap benturan.
Baca juga: Kelebihan Kekurangan Plafon GRC
Harga Papan Gypsum Terbaru

Harga papan gypsum dipasaran cukup bervariasi karena akan dibedakan berdasarkan, jenis, ukuran, dan merk.
Adapun mengenai harga papan gypsum terbaru yang diambil dari berbagai sumber seperti dibawah ini:
| Merk | Ukuran | Harga Per Lembar |
| Jayaboard | 9 mm 120×240 cm | Rp 62 ribu – Rp 66 ribu |
| Knauf Gypsum Board | 9 mm 120×240 cm | Rp 58 ribu – Rp 61 ribu |
| Elephant Gypsum Board | 9 mm 120×240 cm | Rp 60 ribu – Rp 63 ribu |
| Aplus Gypsum Board | 9 mm 120×240 cm | Rp 55 ribu – Rp 58 ribu |
| Gypsum Tahan Air | 9 mm 120×240 cm | Rp 90 ribu – Rp 120 ribu |
Demikianlah penjelasan singkat mengenai plafon gypsum mulai dari model, keunggulan-kekurangan, serta daftar harga terbarunya.
