Jenis aluminium – Selain besi, aluminium juga merupakan salah satu material logam yang kerap diandalkan untuk berbagai kebutuhan terutama di bidang konstruksi bangunan.
Dalam bidang konstruksi bangunan, material aluminium biasa digunakan sebagai bahan kusen pintu, kusen jendela, kerangka atap, dan lain sebagainya.
Adapun mengenai salah satu hal yang menjadi ciri khas dari material aluminium, yakni memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan dengan besi.
Meski berbobot ringan, namun tingkat kekuatan dan ketahanan aluminium terbilang cukup bagus lho.
Kabarnya, material aluminium terdiri dari beberapa jenis yang berbeda. Tentunya pada masing-masing jenis aluminium tersebut mempunyai karakteristik tersendiri.
Nah, buat kamu yang ingin tahu seputar jenis-jenis aluminium, yuk kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.
9 Jenis Aluminium
1. Aluminium Murni

Aluminium Murni merupakan logam yang mempunyai karakter ringan, lunak, ringan, kuat, dan mudah dibentuk.
Adapun mengenai tingkat kemurnian aluminium yang dimiliknya mencapai 99,0% dan 99,9%, sedangkan tingkat kekuatan tensilnya mencapai 90 Mpa.
Baca juga: Yuk, Kita Intip Jenis-jenis Baja Ringan
2. Aluminium Tembaga Alloy (Al-Cu)

Dari namanya saja sudah jelas, yang mana ia merupakan perpaduan antara aluminium dengan tembaga sehingga memiliki tekstur keras dan kuat.
Bahkan yang lebih hebatnya lagi, Aluminium Tembaga Alloy ini mampu menyamai sifat dari baja lunak.
3. Aluminium Magnesium Alloy (Al-Mn)

Inilah salah satu jenis aluminium yang tahan terhadap korosi. Ya, sebab materialnya terbuat dari aluminium seri 5000 yang memiliki daya tahan terhadap korosi.
Tak hanya itu, terdapat juga kandungan magnesium yang membuatnya mampu bekerja dengan baik meski berada di temperatur yang sangat rendah.
Nah, karena sifat tersbebutlah yang membuat Aluminium Magnesium Alloy sering digunakan untuk tangki penyimpanan gas alam maupun konstruksi skala berat.
Baca juga: Mengenal Macam-macam Jenis Pagar Kawat
4. Aluminium Seng Alloy (Al-Zn)

Menurut informasi yang didapat, Aluminium Seng Alloy memiliki tingkat kekuatan yang paling tinggi diantara jenis aluminium lainnya.
Hal itu bukan tanpa alasan, karena materialnya terbuat dari gabungan aluminium seri 7000 yang diberi tambahan Mg, Cu, dan Cr.
Sehingga tak heran jika Aluminium Seng Alloy selalu diandalkan untuk pembuatan sayap dan bodi pesawat terbang.
5. Aluminium Magnesium Silikon Alloy (Al-Mg-Si)

Aluminium Magnesium Silikon Alloy memiliki sifat yang tahan terhadap korosi, serta daya kekuatannya yang cukup baik.
Dikarenakan materialnya merupakan perpaduan dari aluminium seri 6000, maka wajar saja jika Aluminium Magnesium Silikon Alloy ini sering digunakan untuk material konstruksi maupun bingkai arsitektur.
Artikel Menarik Lainnya: Fungsi dan Jenis Amplas yang Berdasarkan Kebutuhan
6. Alumunium Besi Alloy (Al-Fe)

Komposisi pada aluminium yang satu ini terdiri dari kandungan besi, sehingga wajar saja jika tingkat kekuatan tensilnya dapat menurun secara signifikan.
Meski demikian, tingkat kekerasan pada Alumunium Besi Alloy ini terbilang cukup baik.
7. Aluminium Lithium Alloy (Al-Li)

Kolaborasi antara lithium dengan aluminium menjadikan massa jenisnya menjadi berkurang, namun mengalami peningkatan terhadap modulus elastisitas sebesar 4% litihium.
Namun, jenis Aluminium Lithium Alloy ini sudah tidak lagi diproduksi karena tingkat reaktivitas lithium yang tinggi sehingga dapat meningkatkan biaya operasi dan mengancam keselamatan para pekerja.
8. Aluminium Silikon Alloy (Al-Si)

Perpaduan Aluminium Silikon Alloy benar-benar menghadirkan karakteristik yang begitu kokoh. Pasalnya, pada proses pembekuan Aluminium Silikon cair hampir tidak terjadi keretakan.
Sehingga tak heran jika Aluminium Silikon Alloy sering digunakan sebagai bahan logam las dalam proses pengelasan.
9. Aluminium Manganese Alloy (Al-Mn)

Menurut informasi yang didapat, Aluminium Manganese Alloy ini merupakan gabungan dari aluminium seri 3000.
Sehingga penambahan Mn dapat meningkatkan kekuatannya terhadap korosi, serta meningkatkan titik lebur perpaduan aluminium.
Pada umumnya, jenis Aluminium Manganese Alloy ini kerap digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan produk peralatan dapur, panel, dan lain sebagainya.
Kelebihan Material Aluminium:
- Bobotnya yang Ringan
Material aluminium memang memiliki bobot yang lebih ringan ketimbang baja maupun besi.
Tentu saja hal ini dapat memudahkan para pekerja saat mengerjakan sebuah konstruksi bangunan yang menggunakan aluminium.
- Memiliki Bentuk & Ukuran yang Stabil
Aluminium tidak mudah mengalami pemuaian maupun penyusutan, sehingga dalam penggunaannya tidak akan terpengaruh oleh perubahan cuaca.
Dengan kata lain, semua material yang berbahan Aluminium dapat diaplikasikan untuk area indoor maupun outdoor.
- Tahan Terhadap Serangan Rayap
Tak seperti material kayu, dimana bahan alummunium tahan terhadap serangan rayap.
Itu sebabnya, mengapa semua bahan bangunan yang berbahan alamunium dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.
- Harganya yang Relatif Murah
Kelebihan berikutnya dari Aluminium yang akan dibahas, yakni menawarkan harga yang relatif lebih murah dibanding material lainnya.
Meski menawarkan harga yang lebih murah, namun kualitas pada material berbahan aluminium ini tidaklah murahan.
Kekurangan Material Aluminium:
- Tampilannya yang Membosankan
Material bangunan yang terbuat dari aluminium memang memiliki keterbatasan dalam urusan desainnya. Sehingga tak heran jika hal tersebut membuat terkesan monoton dan membosankan.
- Berpotensi Mengalami Kebocoran
Selain terkesan monoton, ternyata material bangunan berbahan aluminium juga berpotensi mengalami kebocoran.
Seperti halnya kusen aluminium, sehingga pada proses pemasangannya dibutuhkan karet untuk mencegah adanya kebocoran.
Bahkan, karet tersebut juga memerlukan perawatan secara berkala karena sewaktu-waktu bisa terlepas dari rangka kusen yang nantinya berpotensi terjadi kebocoran.
Itu dia ulasan singkat mengenai jenis-jenis aluminium beserta kelebihan dan kekurangannya, sehingga bisa anda jadikan sebagai bahan penambah wawasan.
