Keruing dan kamper merupakan salah satu jenis kayu Indonesia yang cukup terkenal di pertukangan karena memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan Jati, sehingga kedua kayu ini (baik keruing dan kamper) sering sekali dijadikan alternatif pengganti kayu jati.
Akan tetapi, apakah kayu keruing dan kamper ini bagus untuk dijadikan bahan material proyek anda, lantas diantara kedua kayu ini, mana yang lebih baik digunakan?
Dikesempatan ini, kami Rajawaliparquet.com akan menguraikan Karakteristik kayu keruing, kayu kamper, kekurangan kelebihan, manfaat dan perbandingan antara kayu kamper dan keruing sebagai bahan pertimbangan sebelum memilih.
Bila Anda ini yang sedang anda cari, mari simak artikel kali ini.
Baca juga : Perbandingan Kayu Meranti dan Kayu Kamper
Mengenal Karakteristik Kayu Keruing

Kayu Kruing berasal dari pohon berjenis Dipterocarpus, yang banyak tumbuh di kawasan tropis Indonesia seperti Sumatera, Kalimantan, dan sebagian Jawa. Pohonnya bisa tumbuh sangat besar—tingginya bisa mencapai 50 meter, dengan diameter batang hingga 120 cm.
- Nama Latin
Dipterocarpus spp. - Lokasi Tumbuh
Jawa, Sumatera, Kalimantan (terutama jenis Dipterocarpus indicus). - Kelas Kekuatan
Kelas I-IIÂ (SNI 03-3527-1994).
Salah satu ciri khas kayu Kruing adalah warna alaminya yang bervariasi: mulai dari cokelat kemerahan, kelabu tua, hingga cokelat muda di bagian terasnya. Seratnya lurus namun kadang berpadu, dan permukaannya terasa sedikit licin dan agak lengket. Hal ini membuat tampilannya mengilap dan cukup menarik untuk dijadikan material interior seperti lantai kayu atau plafon.
| Parameter | Deskripsi |
|---|---|
| Warna | Cokelat kemerahan, kelabu tua, atau kuning muda (tergantung usia kayu). |
| Serat | Lurus dengan pola soliter, permukaan licin dan mengkilap. |
| Kepadatan | 550–750 kg/m³ (sedang-tinggi). |
| Kadar Air Alami | 12–18% (perlu pengeringan buatan untuk stabilitas). |
Kelebihan Kayu Kruing

Yang menarik, kayu Kruing termasuk dalam kelas kekuatan I dan II—artinya cukup kuat untuk konstruksi. Banyak digunakan untuk kusen, rangka atap, dan bahkan lantai parquet karena tampilannya yang eksotis. Proses penyusutannya memang agak besar, jadi pengeringan harus dilakukan dengan hati-hati—bisa butuh hingga 8 bulan jika tanpa alat.
Namun begitu, dengan proses kiln dry (pengeringan oven), waktu pengeringannya bisa dipercepat hingga 7-10 hari saja. Dalam kondisi kering dan diberi perlakuan antirayap, kayu Kruing bisa menjadi alternatif yang solid untuk berbagai kebutuhan rumah.
Kekurangan Kayu Kruing
Sayangnya, kayu Kruing kurang tahan terhadap kelembaban tinggi dan sinar matahari langsung. Artinya, penggunaan di area outdoor atau area yang sering basah seperti kamar mandi sebaiknya dihindari, kecuali sudah diberi perlindungan tambahan.
Kurang Tahan Kelembaban:
- Rentan jamur jika dipasang di area basah.
- Solusi
Treatment pengawet (misalnya Borax) atau pelapis water-based polyurethane.
Penyusutan Tinggi:
- Butuh pengeringan hingga 8 bulan secara alami.
- Solusi
Pengeringan kiln (7–10 hari pada suhu 60–80°C).
Selengkapnya : Pemanfaatan Pohon Kayu Keruing Untuk Berbagai Kebutuhan
Mengenal Kayu Kamper Lebih Dekat

Berbeda dengan Kruing, kayu Kamper punya karakteristik yang sedikit unik. Kayu ini berasal dari pohon Cinnamomum camphora, dan bisa langsung dikenali dari aromanya yang khas—ya, mirip seperti kamper (kapur barus), dan inilah yang membuatnya disebut kayu Kamper.
- Nama Latin
Cinnamomum camphora (khususnya Kamper Samarinda). - Lokasi Tumbuh
Kalimantan, Sulawesi, dan daerah tropis Asia. - Kelas Kekuatan
Kelas IÂ (setara jati).
Kayu Kamper banyak ditemukan di Kalimantan, khususnya Kamper Samarinda yang terkenal memiliki kualitas tinggi. Seratnya lurus hingga sedikit bergelombang, permukaannya agak kasar, namun tetap terlihat mengkilap jika difinishing dengan baik.
| Parameter | Deskripsi |
|---|---|
| Warna | Cokelat muda dengan gradasi keemasan. |
| Serat | Lurus bergelombang, tekstur halus tetapi padat. |
| Kepadatan | 600–800 kg/m³ (lebih padat dari Kruing). |
| Aroma | Khas kamper (alami pengusir serangga). |
Kelebihan Kayu Kamper

Salah satu poin unggul kayu Kamper adalah daya tahannya terhadap rayap dan hama kayu lainnya. Bahkan tanpa finishing yang rumit, kayu Kamper tetap terlihat estetik karena pola seratnya sudah menarik secara alami.
Kamper juga cukup kuat, termasuk dalam kelas I dan II, sehingga cocok untuk pintu, jendela, hingga kusen. Pori-porinya halus, jadi hasil akhir dari furniture atau struktur yang menggunakan kayu Kamper akan terlihat rapi dan berkelas.
Kekurangan Kayu Kamper
Meski unggul dalam ketahanan terhadap serangga, kayu Kamper bisa melengkung atau melar jika terpapar air terlalu lama. Karena itu, penggunaannya di area yang rentan basah harus diperhatikan dengan baik.
Harga Lebih Tinggi:
- Kamper Samarinda 30–50% lebih mahal dari Keruing.
Sensitivitas Air:
- Bisa melengkung jika terpapar air terus-menerus.
- Solusi
Hindari pemasangan di area outdoor tanpa pelindung.
Baca juga : Mengenal Kayu Kamper, Dari Karakteristik Hingga Manfaatnya
Perbandingan Lengkap kayu Keruing dan kayu Kamper

| Kriteria | Kayu Kruing | Kayu Kamper |
|---|---|---|
| Kekuatan (MOE) | 10–12 GPa | 12–14 GPa |
| Densitas | 550–750 kg/m³ | 600–800 kg/m³ |
| Kelas Awet | II–III (perlu treatment) | I–II (lebih awet alami) |
| Ketahanan Rayap | Rendah | Tinggi (alami) |
| Pengeringan | 8 bulan (alami), 7–10 hari (kiln) | 6 bulan (alami), 5–7 hari (kiln) |
| Harga per m³ | Rp 4–7 juta | Rp 8–12 juta |
| Aplikasi Terbaik | Parquet, plafon, rangka atap | Kusen, pintu, parquet area basah |
Mana yang Terbaik untuk di pilih?
Kalau Anda sedang mencari material parquet yang punya karakter kuat tapi tetap ramah di budget, kayu Kruing bisa jadi pilihan tepat.
Nah, uniknya Kruing ini juga sering dipakai untuk plafon kayu. Kenapa? Karena sifatnya yang tidak mudah pecah meski dibelah tipis. Jadi, buat Anda yang ingin nuansa natural di langit-langit rumah, Kruing bisa memberi kesan hangat tanpa khawatir retak.
Tapi ingat! Karena kayu ini agak sensitif terhadap sinar matahari, jangan lupa beri coating UV khusus. Ini akan menjaga warna aslinya tetap cerah bertahun-tahun.
Beda cerita kalau Anda butuh material untuk area yang sering terkena air, seperti kamar mandi atau dapur. Di sini, kayu Kamper unggul karena ketahanan alaminya terhadap kelembaban. Rahasianya? Finishing dengan epoxy yang membuatnya kedap air sekaligus anti jamur.
Selain itu, Kamper juga juara untuk pintu dan kusen. Pernah lihat pintu kayu yang melengkung setelah beberapa tahun? Itu biasanya karena kayunya kurang stabil. Tapi Kamper punya kestabilan yang tinggi, jadi risiko melengkungnya kecil. Cocok banget untuk rumah di daerah tropis seperti Indonesia!
Tips dari saya: Kalau masih ragu, coba lihat contoh aplikasinya langsung di showroom Rajawali Parquet. Kadang, melihat dan meraba tekstur aslinya bisa bantu Anda memutuskan lebih mudah!
Kunjungi :
Rajawali Parquet Serpong : BSD, Jl. Raya Serpong Kilometer 7 No.18d, Kecamatan Tangerang Selatan, Kota Tangerang Selatan
Demikian pembahasan kali ini mengenai pernbandingan kayu keruing dan kayu kamper. Semoga pembahasan kali ini bisa bermanfaat. Terimakasih.
