Mengulas Seluk-beluk Kayu Walnut

Kayu walnut – Meski saat ini ada banyak sekali jenis-jenis material terbaru untuk kebutuhan bangunan, namun kayu masih tetap menjadi andalan. Hal itu bukan tanpa sebab, mengingat kayu mempunyai sifat yang fleksibel ketimbang jenis material bangunan lainnya.

Sehingga tak heran jika kayu sangat ideal digunakan untuk menunjang berbagai kebutuhan konstruksi, mulai dari pembuatan rangka atap, tiang pondasi, lantai parket, plafon lambersering, dan masih banyak lagi.

Bahkan, industri furniture dan mebel pun selalu mengandalkan material kayu sebagai bahan bakunya. Berbicara soal kayu, apakah anda pernah mendengar tentang kayu walnut..???

Nah, secara kebetulan juga pada kesempatan kali ini akan membahas seluk-beluk seputar kayu walnut. Maka dari itu, simaklah baik-baik ulasannya di bawah ini.

Penyebaran Pohon Walnut

penyebaran pohon walnut

Pada dasarnya, semua jenis pohon walnut itu termasuk kedalam keluarga Genus Juglans dan Juglandaceae. Selain bagian kayunya, bagian biji walnut juga kerap dimanfaatkan untuk dijadikan camilan ringan. Ya, camilan tersebut berupa kacang walnut.

Menurut informasi yang didapat, biasanya pohon kayu walnut tumbuh dengan ketinggian berkisar 10 sampai 40 meter. Ia memiliki daun dengan bentuk sirip dan berbunga yang muncul pada saat musim semi tiba.

Awalnya keberadaan pohon walnut hanya bisa dijumpai di beberapa negara saja, seperti Jepang, Argentina, Kanada, dan kawasan Eropa. Seiring dengan berjalannya waktu, kini pohon walnut mulai menyebar ke berbagai kawasan Asia, seperti Indonesia, China, dan sekitarnya.

Baca Juga : Kayu Meranti, Jenis Kayu yang Paling Dibenci Rayap!

Karakteristik Kayu Walnut

Sebenarnya terdapat beberapa nama untuk penyebutan kayu walnut, seperti walnut wood, common walnut, dan black walnut. Adapun mengenai ciri khas dari kayu walnut yang tampil dengan warna gelap kecoklatan, sedangkan bagian tengah dan pinggirnya terdapat warna putih.

karakteristik kayu walnut

Bukan hanya itu, kayu yang satu ini juga memiliki tekstur keras serta tingkat kepadatan yang sangat baik. Saat dikeringkan melalui metode Kiln, biasanya warna kayu walnut akan berubah menjadi coklat murni. Lain halnya saat dikeringkan di area terbuka, dimana warna kayunya akan berubah menjadi coklat keungu-unguan.

Begitu pun saat tersorot oleh sinar matahari, yang mana warna kayunya akan semakin terang. Nah, karena keunikan warna inilah yang membuat kayu walnut selalu diandalkan untuk pembuatan produk mebel maupun furniture kelas menengah ke atas.

Dinilai dari tingkat kekerasannya, kayu walnut ini mendapatkan nilai sekitar 1010 pada uji tes Janka Hardness. Pasalnya, kayu walnut mempunyai tingkat durabilitas yang cukup baik. Hal itu pun terbukti, yang mana potensi pemuaian dan penyusutan kayu walnut tergolong rendah.

Bahkan yang lebih hebatnya lagi, kayu walnut juga diklaim tahan terhadap serangan rayap maupun jenis hama serangga pemakan kayu lainnya lho.

5 Keistimewaan Kayu Walnut

1. Menghadirkan Berbagai Varian Warna

keistimewaan kayu walnut - Menghadirkan Berbagai Varian Warna

Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa kayu walnut tampil dengan beberapa perpaduan warna berbeda. Ya, mulai dari hitam coklat, coklat tua, coklat muda, dan hitam. Namun, kayu walnut berwarna coklat hitam menjadi yang paling banyak diminati ketimbang warna lainnya.

Dalam industry perkayuan, kayu walnut yang sudah menghitam itu merupakan pertanda bahwa tingkat kekerasannya semakin tinggi. Bukan hanya itu, kayu walnut yang berwarna hitam juga tahan terhadap perubahan cuaca ekstrim, serta tidak mudah mengalami pemuaian maupun penyusutan.

Melihat keunggulannya yang sedemikian rupa, maka wajar saja jika kayu walnut yang berwarna hitam ini dibanderol dengan harga mahal.

Artikel Menarik Lainnya : Mengenal Karakteristik Kayu Kamper Beserta Manfaatnya

2. Ideal Digunakan Untuk Kebutuhan Konstruksi

keistimewaan kayu walnut - Ideal Digunakan Untuk Kebutuhan Konstruksi

Sebenarnya penggunaan kayu walnut banyak diaplikasikan untuk pembuatan patung hiasan atau aksesoris unik lainnya. Ya, jelas demikian, sebab kayu walnut memiliki tampilan yang sangat cantik dan eksotik.

Tak hanya untuk kebutuhan produk aksesoris, ternyata kayu walnut juga sangat ideal digunakan untuk kebutuhan konstruksi lho. Biasanya kayu walnut digunakan untuk membuat dinding hingga interior dan exterior bangunan.

Dengan menggunakan material berbahan kayu walnut, tentu saja tampilan rumah kita akan tampak lebih mewah, elegan, dan natural. Belum lagi kayu walnut dapat mengeluarkan aroma khas, sehingga akan membuat siapa saja merasakan sensasi alami dan nyaman.

3. Mempunyai Pola Serat yang Indah

keistimewaan kayu walnut - mempunyai pola serat yang indah

Pohon kayu walnut tampil dengan pola serat yang lurus dan didominasi oleh warna hitam. Nah, pola serat tersebutlah yang membuat kayu walnut lebih istimewa dibanding jenis kayu lainnya. Tak hanya itu, kayu walnut juga mempunyai guratan dengan perpaduan warna coklat dan hitam.

Alhasil, semua produk yang berbahan kayu walnut akan tampak lebih mewah dan menawan. Hal itu pula yang menjadikan kayu walnut termasuk kedalam jajaran kayu kelas atas.

4. Mempunyai Tekstur yang Keras dan Kokoh

keistimewaan kayu walnut - keras dan kokoh

Selain unggul dari tingkat keindahan, kayu walnut juga memiliki keunggulan dari tingkat kekuatannya. Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat tekstur pada jenis kayu yang satu ini tergolong keras. Itu sebabnya, mengapa semua produk mebel maupun furniture yang berbahan kayu walnut tidak mudah ditembus oleh kawanan rayap.

Bahkan, kayu walnut juga tidak akan mudah mengalami pemuaian dan penyusutan sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Ditambah dengan karakteristiknya yang tahan terhadap perubahan cuaca ekstrim, sehingga kayu walnut cocok digunakan untuk kebutuhan exterior.

Baca Juga : Karakteristik Kayu Bengkirai yang Unik dan Beda Dari Jenis Lainnya

5. Mempunyai Bobot yang Tidak Terlalu Berat

keistimewaan kayu walnut - bobot yang tidak terlalu berat

Keistimewaan berikutnya dari kayu walnut yang akan dibahas, yakni memiliki bobot yang tidak terlalu berat. Ketika kayu walnut sudah kering, maka bobotnya hanya mencapai sekitar 610 kg / m3. Apabila bagian tengahnya kering, biasanya ia akan berubah menjadi warna coklat gelap atau coklat pucat.

Dengan bobot keringnya yang cukup ringan, tentu saja dapat memudahkan proses pengolahan kayu walnut untuk dijadikan berbagai produk yang bernilai tinggi. Tak hanya berbobot ringan, bahkan kayu walnut yang sudah kering juga tidak akan mengeluarkan aroma menyengat.

Akan tetapi, serbuk kayu dari kayu walnut ini dapat memicu masalah alergi pada kulit lho. Itu sebabnya, mengapa para pengrajin kayu selalu menggunakan sarung tangan saat mengolah kayu walnut.

Nah, seperti itulah beberapa keistimewaan dari kayu walnut, sehingga bisa kita jadikan sebagai bahan penambah wawasan.

Scroll to Top