Kupas Tuntas Lantai Linoleum, Plus Minus Dan Ragam motifnya

rajawali parquet lantai linoleum
5/5 - (1 vote)

Lantai linoleum – Banyaknya materal dekorasi untuk lantai rumah memang memberikan keleluasaan bagi kita dalam memilihnya yang sesuai kebutuhan.

Hal itu bukan tanpa sebab, mengingat pada masing-masing material lantai mempunyai karakteristik yang berbeda-beda.

Seperti halnya lantai linoleum yang memiliki ciri khas tersendiri, sehingga menjadi pembeda dengan jenis material lantai lainnya.

Kali ini, kami rajawaliparquet.com akan memberikan beberapa informasi penting dari lantai linoleum dari pengertian, ragam Motif,dan tata cara membersihkannya.

Pengertian Lantai Linoleum

Untuk teksturnya, mungkin lantai linoleum ini memang hampir mirip dengan lantai vinyl. Mengenai materialnya, lantai Linoleum terbuat dari perpaduan bahan alami seperti linseed oil (minyak biji flax), resin pohon pinus, serat rami, mineral-pigmen, dan serbuk gabus.

Sehingga semua bahan tersebut akan direkatkan pada material berbahan dasar dari kain serat yang berupa kanvas.

Itu sebabnya, mengapa material lantai linoleum dinilai lebih ramah lingkungan. Menariknya lagi, bagian lapisan permukaan lantai linoleum juga terbuat dari bahan alami.

Biasanya lantai linoleum diaplikasikan untuk interior bangunan yang berupa hunian maupun bangunan komersil.

Bukan hanya itu, lantai linoleum yang tersedia dipasaran juga terdiri dari tiga tipe berbeda seperti berikut:

  • Artoleum
    Artoleum adalah jenis lantai yang tersedia kedalam berbagai varian motif, mulai dari motif polos, bintik-bintik awan, hingga motif kulit buaya.
  • Walton
    Begitu juga dengan jenis walton yang menyediakan beragam varian motif, seperti serat kayu, beton, hingga motif bernuansa kontemporer.
  • Marmoleum
    Sesuai dengan namanya, jenis marmoleum ini mengusung motif menyerupai batu marmer. Sehingga tak heran jika penggunaan lantai marmoleum dapat mempertegas kesan mewah dan elegan dalam hunian.

Baca Juga: Review Keunggulan dan kekurangan Lantai Teraso

Nilai Plus Lantai Linoleum

Berikut beberapa keunggulan yang membuat lantai linoleum patut dipertimbangkan sebagai alternatif cerdas selain kayu atau vinyl:

Baca juga : Daftar Harga Vinyl Lantai Motif Kayu Terbaru

  1. Materialnya Ramah Lingkungan

Ini adalah nilai jual utama linoleum. Karena 100% terbuat dari bahan alami, lantai ini tidak mengandung PVC, formaldehyde, atau bahan kimia sintetis lain yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan.
Bagi kamu yang peduli dengan gaya hidup berkelanjutan dan ingin mengurangi jejak karbon rumah tangga, linoleum adalah pilihan yang tepat. Bahkan, beberapa merek ternama memproduksinya dengan proses netral karbon, artinya tidak menambah emisi gas rumah kaca selama proses pembuatan.

  1. Motif dan Warna yang Bervariasi

Kalau kamu pikir linoleum hanya punya tampilan polos dan membosankan, itu dulu. Sekarang, linoleum hadir dengan beragam motif dan warna yang trendi — mulai dari pola natural seperti kayu atau batu, hingga desain modern yang minimalis.
Desainer interior pun mulai banyak menggunakan linoleum untuk menciptakan suasana hangat dan artistik di ruangan, tanpa kehilangan nuansa natural.

  1. Mudah Dipasang dan Dibersihkan

Salah satu keunggulan lain linoleum adalah proses pemasangannya yang simpel.
Biasanya dijual dalam bentuk lembaran (sheet) atau ubin (tile), linoleum bisa dipasang dengan sistem lem atau klik. Perawatannya pun tidak rumit, cukup disapu dan dipel dengan air sabun lembut. Tidak butuh alat khusus atau cairan mahal seperti perawatan lantai kayu solid.

  1. Tahan Rayap dan Anti Alergi

Karena tidak terbuat dari kayu utuh, lantai linoleum tidak disukai oleh rayap. Selain itu, bahan alaminya memiliki sifat antibakteri alami berkat kandungan minyak biji rami, yang bisa membantu mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab alergi.
Itu sebabnya, linoleum sering direkomendasikan untuk rumah dengan anak kecil atau penghuni yang sensitif terhadap debu.

  1. Fleksibel dan Nyaman di Kaki

Berbeda dari keramik yang terasa keras, linoleum punya karakter lentur dan empuk saat diinjak. Permukaannya juga tidak terlalu dingin, sehingga tetap nyaman digunakan bahkan tanpa alas kaki.
Karakter fleksibel ini juga membuat linoleum lebih tahan terhadap retakan akibat perubahan suhu ruangan.

Nilai Minus Lantai Linoleum

Meski punya banyak kelebihan, linoleum juga tidak sempurna. Ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memilihnya sebagai material lantai rumah.

  1. Kurang Tahan Terhadap Air

Inilah kelemahan terbesar lantai linoleum. Karena berbahan dasar organik, linoleum tidak cocok untuk area yang sering lembap atau tergenang air seperti kamar mandi, area laundry, atau teras terbuka.
Kelembapan berlebih bisa membuat lapisan bawahnya melengkung dan mengelupas. Jadi, pastikan kamu memasangnya di area yang kering dan memiliki sirkulasi udara baik.

  1. Sulit Ditemukan di Pasaran

Berbeda dengan lantai vinyl atau SPC yang kini tersedia luas di toko bahan bangunan, linoleum masih jarang dijual di Indonesia. Beberapa produk bahkan harus impor dari Eropa.
Kondisi ini membuat harga linoleum kadang lebih tinggi dan waktu pengirimannya lebih lama dibanding material lain.

Baca juga : Karakteristik Lantai SPC Dan Keuntungan Yang Di Dapat

  1. Warna Mudah Pudar

Karena linoleum mengandung bahan alami, warnanya bisa sedikit berubah atau memudar seiring waktu, terutama jika sering terpapar sinar matahari langsung.
Namun, efek ini sering dianggap sebagai “patina alami” seperti perubahan warna pada kayu tua yang justru menambah karakter dan kehangatan tampilan.

  1. Daya Tahan Masih di Bawah Vinyl dan Kayu Solid

Secara umum, linoleum memang kuat, tetapi tidak sekuat lantai kayu solid atau vinyl premium dalam hal ketahanan terhadap goresan berat atau kelembapan ekstrem.
Namun, bagi pengguna yang mengutamakan keberlanjutan dan estetika alami, kekurangan ini biasanya bukan masalah besar.

Ragam Motif Lantai Linoleum Terpopuler

lantai Linoleum dikenal memiliki beragam motif yang menarik.

1. Motif Hexagonal

lantai linoleum Motif Hexagonal

Lantai Linoleum dengan motif hexagonal sangat ideal untuk di aplikasikan pada ruangan yang lembab, seperti area kamar mandi dan dapur.

Pasalnya, penggunaan motif hexagonal akan kamar mandi dan ruang dapur terlihat lebih cantik dan nyaman.

Maka dari itu, disarankan bagi kamu untuk memilih lantai linoleum yang warnanya serasi dengan warna dinding agar tidak terkesan kontras.

2. Motif Batu Alam

Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa material batu alam sangat kental dengan nuansa natural. Namun sayang, harga batu alam dipasaran terbilang cukup mahal.

lantai linoleum Motif Batu Alam (2)

Tapi kamu tidak perlu khawatir, karena permasalahan tersebut bisa diatasi dengan menggunakan lantai linoleum motif batu alam.

Lantai Linoleum motif batu alam sangat ideal diaplikasikan pada hampir semua ruangan rumah, mulai dari area ruang tamu, ruang tengah, kamar tidur, kamar mandi, hingga dapur.

Dengan menggunakan lantai Linoleum motif batu alam, tentu saja tampilan interior rumahmu akan terkesan klasik dan natural.

3. Motif Keramik

lantai linoleum Motif keramik

Lantai Linoleum dengan motif keramik mampu menghadirkan kesan rustic khas pedesaan, sehingga sangat cocok diaplikasikan di berbagai ruangan rumah.

Terlebih untuk area dapur, yang mana lantai ini benar-benar sangat ideal diaplikasikan. Untuk menambah kesan natural, sebaiknya lantai Linoleum motif keramik dipadukan dengan furniture yang berbahan kayu solid.

Baca juga: Tampak Serupa, Inilah Perbedaan Lantai Porselen Dengan Keramik

4. Motif Polos

lantai linoleum Motif polos (2)

Kendati tidak memiliki corak atau motif, namun lantai linoleum polos ini mampu menghadirkan kesan yang lebih ceria dan dinamis.

Kamu juga dapat menggunakan motif lantai Linoleum ini untuk berbagai ruangan rumah, mulai dari ruang tengah, kamar tidur, dan lain sebagainya.

5. Motif Papan Catur

lantai linoleum Motif papan catur (2)

Guna menciptakan kesan unik dan menarik dalam hunian, maka gunakanlah lantai Linoleum dengan motif papan catur.

Lantai Linoleum motif papan catur ini bisa kamu aplikasikan di berbagai ruangan rumah, mulai dari ruang tamu, kamar tidur, ruang lantai dua, bahkan kamar mandi.

 Agar terlihat lebih minimalis, kamu dapat menempatkan furniture modern di ruangan sekitar.

6. Motif Kayu

lantai linoleum Motif kayu (2)

Jenis motif lantai linoleum paling populer selanjutnya yang jangan sampai kamu lewatkan, yakni berupa motif kayu. Ya, Linoleum motif kayu begitu kental dengan nuansa natural, mewah, dan elegan.

Bukan hanya itu saja, bahkan motif tersebut benar-benar sangat mirip dengan lantai parket solid. Sehingga tak heran jika lantai Linoleum motif kayu menjadi yang paling banyak dicari ketimbang motif lainnya.

Baca juga: Lagi Nyari Jenis Stiker Lantai Motif Kayu yang Bagus? Ini Dia Rekomendasinya

Tata Cara Membersihkan Lantai Linoleum

Tata Cara Membersihkan Lantai Linoleum

* Persiapkan Semua Peralatan

Pada proses membersihkan lantai linoleum, tentu saja harus didukung dengan perlengkapan atau peralatan yang memadai.

Adapun mengenai beberapa peralatan yang harus kamu siapkan untuk membersihkan lantai linoleum seperti Kain pel, Keranjang, Sikat gosok (bisa di skip), Kain bersih atau handuk, Sapu atau vacuum cleaner (bila perlu), dan Sabun deterjen.

Baca juga: Begini Cara Mudah Bikin Tempat Tidur Dari Kayu Palet   

* Segera Bersihkan Semua Kotoran

Sebaiknya kamu langsung membersihkan semua partikel maupun kotoran yang menempel pada permukaan lantai linoleum.

Caranya dengan menggunakan sapu atau vacuum cleaner secara menyeluruh. Selain itu, jangan lupa juga untuk membersihkan bagian sudut, celah, serta bagian bawah lantainya.

* Lap Permukaan Lantai

Untuk membersihkan sisa kotoran dan partikel kecil lainnya, kamu bisa menggunakan kain mikrofiber yang kering.

Jika sudah demikian, isi ember dengan 3,5 liter air panas lalu campurkan dengan 6 tetes sabun deterjen sambil diaduk-aduk agar tercampur rata.

Selanjutnya celupkan kain pel ke dalam ember cairan sabun tersebut, kemudian peras airnya hingga bersih.

Pastikan kain pel tidak terlalu basah, karena permukaan lantai linoleum memang tidak terlalu tahan terhadap genangan air.

* Mulai Mengepel

Jika kain pelnya sudah tidak terlalu basah, kamu bisa langsung mengepel lantai linoleum. Ketika sudah selesai mengepel satu bagian lantai, celupkan lagi kain pel kedalam cairan sabun, peras sampai kering, kemudian pel kembali bagian lantai berikutnya.

Lakukan cara tersebut hingga semua bagian lantai di pel. Buang cairan sabun, lalu isi embernya dengan air panas yang bersih untuk membilas lantai linoleum agar bersih dari sabun.

* Mengeringkan Lantai

Apabila sudah selesai membilas lantainya, kamu harus menyingkirikan sisa air pel yang tertinggal. Caranya dengan mengelap menggunakan kain bersih atau handuk, lalu tepuk-tepuk permukaan lantainya sampai kering.

Bagaimana, cukup mudah dan simple bukan?

Demikian pembahasan mengenai Lantai Linoleum dari pengertian, kelebihan kekurangan, ragam motif serta tata cara membersihkannya lengkap.

Scroll to Top