Cara Menjaga Kelembaban Ruangan Rumah – Saat ini cuaca di Indonesia telah memasuki musim penghujan sehingga tingkat kelembaban akan meningkat. Apabila ruangan rumah dibiarkan lama dalam kondisi yang terlalu lembab, tentu saja tidak bagus untuk kesehatan.
Pasalnya, ruangan yang terlalu lembab bisa membuat kuman dan bakteri berkembang lebih cepat sehingga dapat memicu berbagai jenis penyakit berbahaya lho! Tak hanya berdampak buruk bagi kesehatan, ruangan yang lembab juga menjadi ancaman bagi semua furniture yang berbahan kayu.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk senantiasa menjaga kelembaban ruangan rumah. Lantas, bagaimana caranya? Nah, biar kalian gak penasaran mending kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.
6 Cara Mudah Menjaga Kelembaban Ruangan Rumah

1. Harus Ada Ventilasi
Saat mengambil nafas, tentu tidak hanya oksigen saja yang akan terhirup namun juga berbagai partikel kecil dan zat yang mungkin mengkontaminasi udara. Itu sebabnya, mengapa keberadaan ventilasi merupakan hal yang wajib untuk menciptakan sirkulasi udara yang sehat di dalam rumah.
Pastikan anda merancang dengan jumlah bukaan dan ventilasi yang sesuai kebutuhan. Tak hanya itu, pastikan juga ventilasi di rumah harus bersifat cross ventilatian agar udara di dalam ruangan bisa ber-regenerasi dengan udara yang ada diluar. Meski di rumah anda sudah terpasang AC atau blower exhaust, namun sirkulasi udara yang alami jauh lebih bagus untuk kesehatan tubuh.

Baca Juga : Begini Cara Alami yang Ampuh Untuk Membasmi Kutu Kayu
2. Pastikan Ada Pencahayaan Alami yang Mencukupi
Memang tidak bisa dipungkiri lagi bahwa pencahayaan alami juga memiliki peranan penting dalam menciptakan sebuah rumah yang sehat. Ya, jelas demikian, sebab pencahayaan alami mampu mengurangi tingkat kelembapan berlebihan serta membunuh bakteri di dalam ruangan. Bahkan, kehadiran pencahayaan alami juga tentunya sangat membantu dalam menunjang berbagai aktivitas di dalam rumah.

Akan tetapi, kamar tidur yang terlalu banyak terpapar sinar matahari dianggap tidak bagus karena dapat mengganggu istirahat. Maka dari itu, anda harus mengatur pencahayaan alami secukup yang sesuai dengan kebutuhan kamar. Untuk faktor pencahayaan buatan seperti lampu, sebaiknya anda menggunakan jenis lampu yang terang tapi lembut.
3. Memajang Berbagai Tanaman Hias
Langkah berikutnya yang bisa kamu lakukan untuk menjaga tingkat kelembaban dalam ruangan rumah, yakni dengan menempatkan berbagai jenis tanaman hias. Namun perlu diingat, bahwa tidak semua jenis tanaman hias itu memiliki kemampuan yang dapat mengurangi tingkat kelembaban.

Dengan kata lain, hanya ada beberapa jenis saja yang dinilai memiliki kemampuan tersebut. Lantas, jenis tanaman hias seperti apakah yang dapat mengurangi tingkat kelembaban ruangan? Adapun mengenai jenis tanaman hias yang dimaksud seperti di bawah ini:
Sanseviera (Lidah Mertua)
Ini dia salah satu jenis tanaman hias indoor yang tangguh dan juga mudah dirawat. Bahkan yang lebih hebatnya lagi, Lidah Mertua mampu tumbuh di hampir semua kondisi. Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat Lidah Mertua hanya membutuhkan sedikit cahaya dan air.
Dalam kondisi kekurangan air, tanaman Lidah Mertua ini masih bisa bertahan dengan baik. Itu sebabnya, mengapa tanaman hias yang satu ini memiliki kemampuan untuk mengurangi tingkat kelembaban ruangan.
Namun, pada umumnya Lidah Mertua mengusung tampilan warna hijau dengan garis pinggir kuning, tegak lurus dan ujungnya yang meruncing. Lidah Mertua lebih suka berada di tempat-tempat yang terang.

Satu poin penting lagi dalam merawat Lidah Mertua, jangan terlalu sering menyiramnya. Bukan hanya itu, tanaman Lidah Mertua juga mempunyai kandungan racun sehingga harus dijauhkan dari jangkauan anak-anak maupun hewan peliharaan.
Baca Juga : Cara Mudah Membuat Dekorasi Rumah Ala Korea
Bunga Anggrek
Berbicara soal jenis bunga yang memiliki tampilan indah, tentu saja pikiran kita akan langsung tertuju pada anggrek bukan? Pada dasarnya Bunga Anggrek ini kerap dijadikan sebagai tanaman hias gantung indoor.
Namun, anda juga bisa menempatkan bunga anggrek di area indoor untuk memperindah tampilan ruangan rumah. Tak hanya dapat memperindah, bahkan keberadaan bunga anggrek juga dapat menstabilkan tingkat kelembaban dalam ruangan lho.
Biasanya Bunga Anggrek mempunyai masa mekar yang melebihi durasi rata-rata bunga lainnya. Hal itu terbukti, yang mana masa mekar Bunga Anggrek bisa mencapai 6 minggu per masa mekarnya.
Sirih Gading
Jenis tanaman hias berikutnya yang dapat menjaga kelembaban dalam ruangan rumah, yakni bernama sirih gading. Ciri khas dari tanaman yang satu ini adalah bentuknya yang menyerupai hati. Namun, sirih gading terdiri lagi kedalam beberapa jenis yang berbeda.
Tentu saja pada masing-masing jenis sirih gading tersebut memiliki ciri khasnya tersendiri. Adapun mengenai beberapa jenis sirih gading yang tersedia dipasaran, seperti sirih gading kuning, sirih gading silver, sirih gading ungu, sirih gading hijau, sirih adding marble queen, sirih gading philo brazil, dan sirih gading jade pothos.
4. Gunakan Cat Tembok Anti Jamur
Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa tingkat kelembaban yang terlalu tinggi itu bisa memicu datangnya berbagai jenis penyakit. Tak terkecuali dengan dinding, dimana area tersebut juga kerap ditumbuhi oleh jamur akibat tingginya kelembaban ruangan.

Untuk mengatasi masalah yang satu ini, tentu saja anda harus menggunakan cat dinding yang dilengkapi dengan fitur anti jamur. Dengan menggunakan jenis cat tersebut, secara otomatis area dinding tidak akan mudah ditumbuhi oleh jamur.
Artikel Serupa : Rekomendasi Cat Finishing Kayu Outdoor
5. Menggunakan Dehumidifier
Selain menggunakan cat tembok anti jamur, penting juga bagi anda untuk menggunakan dehumidifier guna menjaga tingkat kelembaban dalam ruangan rumah. Namun, terdapat satu kekurangan dari dehumidifier yang harus anda ketahui.
Untuk bisa mendapatkan alat yang satu ini, maka anda harus merogoh kantong yang cukup dalam lho. Pasalnya, produk dehumidifier dibanderol dengan harga yang lumayan mahal. Ya, terlebih untuk dehumidifier dengan merk-merk ternama, bisa dipastikan harga yang ditawarkannya sangatlah mahal.

Kendati demikian, fungsi dari dehumidifier ini benar-benar sangat diperlukan untuk menjaga kelembaban dalam ruangan rumah. Mengenai fungsinya, dehumidifier bertugas untuk menyerap kelembaban yang nantinya akan dirubah menjadi udara sejuk.
6. Menggunakan Silica Gel
Apabila budgetmu tidak bisa menjangkau harga dehumidifier, maka penggunaan silica gel ini merupakan pilihan yang paling tepat. Meski menawarkan harga yang lebih murah, namun fungsi dari silica gel ini hampir mirip dengan alat dehumidifier. Silica gel sudah terbukti cukup efektif dalam menjaga tingkat kelembaban sebuah ruangan.

7. Menjaga Kebersihan AC
AC tidak hanya mendinginkan ruangan tetapi juga mengurangi kelembapan udara melalui proses dehumidifikasi. Saat AC kotor, filter dan evaporator bisa tersumbat debu dan kotoran, sehingga proses penyerapan kelembapan jadi tidak maksimal. Membersihkan AC secara berkala membantu sistem pendingin bekerja lebih efisien, menjaga tingkat kelembapan yang ideal di dalam rumah.
Debu yang menumpuk pada filter AC dapat menyerap kelembapan, membuat udara di dalam ruangan terasa lebih lembap dan pengap. Pembersihan rutin mencegah debu menumpuk, sehingga udara yang dikeluarkan oleh AC lebih segar dan bersih.

8. Jaga Ruangan Tetap Lega
Ruangan yang lega memungkinkan udara bergerak lebih bebas. Sirkulasi udara yang lancar membantu menjaga distribusi kelembapan merata dan menghindari penumpukan udara lembap di satu area tertentu.
Ruangan yang penuh dengan perabotan menghambat aliran udara, sehingga kelembapan mudah terjebak di sekitar barang-barang, terutama di area tertutup atau sudut ruangan. Ini dapat menyebabkan kondensasi, yang bisa meningkatkan kelembapan lokal dan bahkan memicu pertumbuhan jamur. Dengan ruang yang lebih lega, risiko ini berkurang karena udara dapat bergerak dan melewati seluruh ruangan tanpa hambatan.


Rajawali Parquet adalah pusat penyedia lantai kayu terbesar di Indonesia yang siap melayani pemasangan dan penyediaan lantai kayu parket, decking, plafon dan bahan kayu lainnya.
Nah, itulah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kelembaban ruangan rumah.
