4 Fakta Menarik Seputar Kayu Albasia Sengon

karakteristik kayu albasia 1
Rate this post

Kayu Albasia – Banyaknya jenis kayu untuk kebutuhan konstruksi yang tersedia dipasaran, tentu saja akan membuat kita semakin lebih leluasa lagi dalam memilihnya. Ya, sebab setiap jenis kayu memiliki karakteristik tersendiri.

Adapun mengenai karakteristik dari kayu itu sendiri yang meliputi tingkat kekuatan, keawetan, tekstur, warna, pola serat, dan lain sebagainya.

Ngomong-ngomong soal perkayuan, kali ini kami Rajawali parquet akan mengupas tuntas seputar kayu albasia. Tanpa banyak panjang lebar lagi, yuk kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

Asal Usul Pohon Kayu Albasia  

Asal Usul Pohon Kayu Albasia  

Masyarakat Indonesia sering menyebut pohon albasia dengan nama pohon sengon. Menurut informasi yang didapat, pohon albasia adalah jenis tanaman kayu sejenis pohon anggota suku fabaceae. Jenis pohon yang satu ini memang tumbuh subur di beberapa kawasan Asia seperti Indonesia, India, China, dan sebagainya.

Durasi pertumbuhan pohon albasia tergolong cukup cepat, sehingga proses pembudidayaan dan perawatannya relatif lebih mudah serta ekonomis. Bukan hanya itu, ia juga bisa tumbuh dengan baik pada tanah regosol, aluvial, dan latosol yang memiliki tekstur lempung berpasir atau lempung berdebu dengan tingkat kemasaman tanah sekitar pH 6-7.

Sementara ketinggian yang cocok sebagai tempat untuk penanaman pohon albasia berkisar 0 – 800 mdpl. Meski demikian, pohon albasia juga masih bisa tumbuh dengan baik pada ketinggian 1500 mdpl.

karakteristik kayu albasia 1

Pada umumnya pohon albasia setidaknya membutuhkan suhu sekitar 18 – 27 derajat celcius, dan batas curah hujan yang minimalnya 15 hari hujan dalam 4 bulan terkering.

Mengenai waktu pembungaan dan pembuahannya, pohon albasia akan mulai berbunga ketika usianya menginjak 3 tahun mulai dari bulan Maret – Juni dan Oktober – Desember. Sedangkan masa pembuahannya akan terjadi sepanjang tahun, terlebih di bulan Juli – September.

Baca Juga : Berbagai Pemanfaatan Pohon Kayu Keruing

Karakteristik Pohon Albasia:

Batang pohon albasia tampil dengan bentuk bulat dan tidak berbanir, sedangkan tinggi batangnya berkisar antara 30 sampai 40 meter dengan diameter mencapai 70 – 80 cm. Kulit luarnya (pepagan) tampak berwarna putih atau kelabu, tidak memiliki alur, dan tidak mengelupas.

karakteristik kayu albasia 1

Tak hanya itu, bagian tajuknya pun tampak yang menyerupai payung dengan rimbun dedaunan yang tidak terlalu lebat. Daun pada pohon alabasia ini tersusun majemuk menyirip ganda, dengan anak daunnya yang berbentuk kecil-kecil dan mudah rontok.

Pada setiap polong buahnya terdiri dari 15 – 30 biji, dimana bentuknya menyerupai perisai kecil mirip buah pete atau biji buah sawo. Semakin tua usianya, maka biji tersebut akan berwarna cokelat kehitaman, bertekstur keras, dan berlilin.

4 Fakta Menarik Dari Kayu Albasia

1. Tahan Terhadap Serangan Rayap

Inilah salah satu kelebihan dari kayu albasia yang menarik para perhatian produsen kayu maupun pengrajin kayu. Pasalnya, jenis kayu yang satu ini sudah terbukti tahan terhadap serangan rayap dan jenis serangga perusak kayu lainnya.

Tahan Terhadap Serangan Rayap

Sehingga tak heran jika kayu albasia sering diandalkan untuk berbagai kebutuhan produk property, seperti lantai kayu, plafon kayu, dinding kayu, dan masih banyak lagi.

Masih belum habis, kayu albasia juga kerap digunakan untuk kebutuhan industri bahan bangunan dan pondasi material. Hal itu bukan tanpa alasan, dikarenakan kriteria kayu albasia yang memang sangat ideal untuk menunjang industri perkayuan.

2. Bersifat Multifungsi

kayu albasia Bersifat Multifungsi

Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa albasia merupakan salah satu jenis kayu dengan manfaatnya yang bersifat multifungsi. Itu artinya, kayu albasia ini bisa dijadikan untuk kebutuhan apa saja. Ya, sebagaimana yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa kualitas kayu albasia menempati urutan kedua setelah kayu jati.

Adapun mengenai pemanfaatkan kayu albasia seperti, Pembuatan rangka atap rumah, Pembuatan jembatan, Bahan untuk membuat korek api, Pembuatan kapal perahu, Bantalan tiang listrik, Plafon rumah, Furniture, hingga lantai kayu parket.

Baca Juga : Plus Minus Lantai Granit yang Wajib Diketahui

3. Memiliki Bobot yang Lebih Ringan

Dalam industri perkayuan, bobot kayu albasia ini mempunyai densitas 320 – 640 kg / m2 pada kadar air 15%. Sementara struktur kayunya agak padat dengan pola serat yang lurus, agak kasar, namun masih tetap mudah diolah.

kayu albasia Memiliki Bobot yang Lebih Ringan

Tak cuma itu, bagian teras kayu albasia ini tampil dengan warna kuning mengkilap hingga cokelat, merah, dan gading. Sehingga tak heran jika kayu albasia dapat dilakukan proses finishing dengan menambahkan cat kayu agar tampilannya lebih menarik.

Dibalik bobotnya yang lebih ringan, ternyata tingkat kekuatan dan keawetan kayu albasia ini tidaklah main-main. Hal itu pun terbukti, yang mana tingkat kekuatan dan keawetan kayu albasia ini dikategorikan kedalam jenis kayu kelas III – IV.

Itu sebabnya, mengapa kayu albasia termasuk kedalam kategori jenis kayu yang awet dan kuat. Namun, tidak semua tipe kayu albasia memiliki kualitas yang sama. Ya, kayu albasia itu sendiri akan dibedakan lagi berdasarkan kelasnya, seperti tipe chinensis, weru A, procera, dan lain sebagainya.

4. Terbagi Kedalam Dua Tipe Berbeda

Terbagi Kedalam Dua Tipe Berbeda

Kayu albasia dengan kualitas terbaik itu terdiri dari dua jenis pohon berbeda, yaitu pohon albasia laut dan pohon albasia putih. Meski dinamai dengan albasia putih, ternyata warna kulitnya tidak sesuai dengan namanya lho. Tak cuma itu, kayu albasia putih juga tidak memiliki cabang dengan ukuran panjangnya yang mencapai sekitar 9 meter.

Artikel Menarik Lainnya : Kayu Meranti, Jenis Kayu yang Paling Dibenci Rayap!

Rajawali Parquet adalah pusat penyedia lantai kayu terbesar di Indonesia yang sudah di percaya banyak masyarakat.

Mau lantai kayu, decking kayu dan lambersering untuk hunian? Yuk hubungi kami sekarang

Citra

Demikianlah ulasan singkat mengenai seluk beluk kayu albasia, sehingga bisa kita jadikan sebagai bahan penambah wawasan.

Scroll to Top