Kayu Usuk Dari Pengertian, Ukuran dan Jenis Kayu Terbaiknya

rajawali parquet KAYU USUK 1
Rate this post

Kalau Anda belum mengenal apa itu kayu Usuk dan apa fungsinya, maka belum sah disebuah seorang ahli kontruksi bangunan. Gimana tidak, kayu Usuk ini memiliki peran penting dalam kelancaran proses pembangunan sebuah bangunan.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami rajawaliparquet.com akan memberikan penjelasan lengkap mengenai apa itu kayu usuk, Ukuran-ukuran yang disediakan, harga kayu usuk dan jenis kayu yang rekomendasi untuk digunakan sebagai usuk.

Baca juga : Pilih 10 Jenis Atap Rumah Ini, Bila Bosan Dengan Genteng

Apa Itu Kayu Usuk?

Mengenal Kayu Usuk

Kayu usuk merupakan batang kayu panjang yang berfungsi sebagai tulang penopang atap rumah. Posisi pemasangannya biasanya membujur dari bagian atas hingga ke sisi tepi atap, berperan untuk menopang beban dari penutup atap berupa genteng dan reng agar dapat tersalurkan dengan baik ke struktur di bawahnya, seperti gording dan balok.

Dalam praktiknya, usuk sering juga disebut sebagai kaso atau kasau, tergantung kebiasaan istilah di masing-masing daerah. Pemasangan kayu usuk dilakukan secara berjarak, umumnya antara 40 hingga 50 cm antar batang. Jarak ini disesuaikan dengan jenis atap yang digunakan serta kekuatan struktur yang dibutuhkan.

Agar kayu tidak pecah di bagian ujung ketika dipaku, beberapa tukang profesional biasanya melakukan pemboran kecil terlebih dahulu sebelum proses pemakuan. Langkah sederhana ini sangat efektif untuk menjaga kekuatan dan ketahanan kayu dalam jangka panjang.

Baca juga : 5 Jenis Bahan Rangka Atap Dengan Karakteristiknya Tersendiri

Ukuran Standar Kayu Usuk di Pasaran

Harga kayu usuk

Untuk Ukuran dari usuk sangat bervariasi tergantung pada kebutuhan konstruksi. Namun, ukuran yang paling umum digunakan untuk bangunan rumah adalah 4 x 6 cm dan 5 x 7 cm, dengan panjang standar sekitar 4 meter per batang.

Untuk proyek tertentu, seperti bangunan bertingkat atau struktur atap yang lebih kompleks, ukuran bisa disesuaikan. Berikut beberapa ukuran kayu usuk yang sering dijumpai di pasaran:

  • 4 x 6 cm, ukuran paling populer yang digunakan untuk rangka atap rumah tinggal.
  • 5 x 7 cm, memberikan kekuatan ekstra untuk bangunan yang membutuhkan struktur atap lebih kokoh.
  • 3 x 5 cm, digunakan untuk konstruksi ringan atau tambahan rangka plafon.
  • 5 x 5 cm, sering dipakai untuk kebutuhan dekoratif atau struktur ringan.

Harga kayu Usuk

Harga kayu usuk sangat di pengaruhi supplier, lokasi, waktu dan ketersediaan barang di masing-masing kota. Oleh karenanya, jangan jadikan harga dibawah ini sebagai standar, tapi sebagai gambaran saja.

Jenis Kayu / Ukuran (cm)Panjang (m)Harga per Batang (Rp)
Sengon 5 × 72Rp 16.000
Sengon 5 × 73Rp 22.000
Sengon 4 × 63Rp 18.000
Keruing 5 × 74Rp 98.000
Keruing 4 × 64Rp 67.200
Bengkirai 5 × 74Rp 155.400
Bengkirai 4 × 64Rp 73.440
Usuk 4 × 64Rp 100.800
Kaso / Usuk 4 × 63Rp 30.000
Kaso / Usuk 5 × 73Rp 40.200

Fungsi Kayu Usuk dalam Konstruksi Bangunan

Fungsi kayu Usuk

Sebagaimana dijelaskan diatas, jika peran utama kayu usuk adalah sebagai penopang beban dari penutup atap dan reng, yang kemudian diteruskan ke struktur bawah seperti gording dan dinding.

Dengan kata lain, usuk berfungsi sebagai penghubung antara rangka utama atap dengan elemen pelapis seperti genteng, asbes, atau metal roof.

Selain itu, kayu usuk juga digunakan untuk membentuk overstek (teritisan), yaitu bagian atap yang menjorok keluar dari dinding bangunan. Overstek ini berfungsi melindungi dinding dari tampias hujan sekaligus memperindah tampilan eksterior rumah.

Tidak hanya di bagian atap, usuk juga sering dimanfaatkan untuk rangka plafon, bekisting dalam pengecoran beton, hingga penopang sementara saat pembangunan berlangsung. Keberadaan kayu usuk menjadi elemen vital dalam memastikan struktur atap berdiri kokoh dan aman.

Jenis Kayu Untuk Usuk

Tidak banyak jenis kayu yang bisa digunakan sebagai usuk, karena kita harus mempertimbangkan kekuatan tangguh, Apalagi kayu usuk ini bereperan sebagai penopan atap bangunan. Setidaknya, kayu-kayu dibawah ini adalah yang paling umum digunakan :

1. Kayu Meranti

Jenis kayu Kaso meranti

Kayu meranti merupakan salah satu jenis kayu yang paling populer di pasaran karena harganya terjangkau dan mudah ditemukan. Warna kayunya cenderung kemerahan dengan tekstur halus, sehingga mudah dipotong dan dibentuk.

Namun, dari segi keawetan, kayu meranti tergolong sedang. Agar lebih tahan lama, biasanya perlu diberi lapisan pelindung seperti cat atau obat anti-rayap sebelum digunakan.

2. Kayu Kamper

karakteristik kayu kamper 2

Jenis kayu ini dikenal dengan kekuatannya yang baik dan daya tahannya terhadap cuaca lembap. Kayu kamper juga memiliki aroma khas yang harum dan tekstur serat yang indah.

Karena sifatnya yang tahan rayap dan awet, kayu kamper banyak digunakan untuk konstruksi rumah permanen, terutama pada bagian rangka atap. Harga kayu kamper memang sedikit lebih tinggi dibanding meranti, namun sebanding dengan kualitas dan ketahanannya.

3. Kayu Bengkirai

tips memilih kayu bengkirai

Bengkirai merupakan kayu keras dengan daya tahan sangat tinggi. Warnanya kuning kecokelatan dan teksturnya padat, membuat kayu ini ideal digunakan untuk konstruksi berat, termasuk usuk dan rangka atap rumah bertingkat.

Kayu bengkirai tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem, baik panas maupun hujan, serta memiliki ketahanan alami terhadap rayap. Kekurangannya hanya pada bobot yang berat dan tingkat pengerjaan yang lebih sulit dibanding kayu lain.

Selengkapnya : Karakteristik Kayu Bengkirai, Unik dan Beda dari Jenis Lainnya

4. Kayu Ulin (Kayu Besi)

Kayu ulin sering disebut sebagai kayu terbaik untuk konstruksi karena kekuatannya yang tinggi. Jenis kayu ini bahkan tahan terhadap air dan tidak mudah lapuk meskipun digunakan di area lembap atau terbuka.

Oleh karena itu, kayu ulin sering menjadi pilihan utama untuk proyek konstruksi berat atau bangunan outdoor. Namun, ketersediaannya yang terbatas membuat harga kayu ulin tergolong mahal.

5. Kayu Borneo
Kayu borneo memiliki tingkat kekuatan yang cukup baik dengan warna cokelat muda dan tekstur agak kasar. Jenis kayu ini menjadi alternatif ideal bagi mereka yang ingin kualitas menengah ke atas dengan harga yang masih terjangkau.

Meskipun demikian, kayu borneo perlu perlakuan tambahan agar tidak mudah retak atau mengembang akibat perubahan cuaca ekstrem.

6. Kayu Mahoni

jenis kayu kusen Mahoni

Kayu mahoni dikenal karena tampilannya yang indah dan serat halusnya yang rapi. Namun, dari segi kekuatan, kayu ini berada pada kategori sedang. Biasanya kayu mahoni digunakan untuk pekerjaan ringan seperti rangka plafon atau elemen non-struktural lainnya.

Jika digunakan untuk usuk, perlu kombinasi dengan kayu yang lebih kuat agar hasil konstruksi lebih kokoh.

7. Kayu Albasia (Sengon)

Jenis kayu Kaso albasia

Kayu albasia merupakan jenis kayu ringan dengan harga yang paling ekonomis. Warnanya putih kekuningan dan mudah dipotong, sehingga sering digunakan untuk proyek sederhana atau sementara.

Namun, karena daya tahannya terhadap cuaca dan rayap sangat rendah, penggunaannya pada usuk rumah permanen tidak disarankan kecuali telah melalui proses pengawetan khusus.

Selengkapnya : 4 Fakta Menarik Seputar Kayu Albasia Sengon

Demikian pembahasan kali ini mengenai Apa itu kayu usuk dari pengertian ukuran, fungsi harga dan jenis-jenis kayunya. Semoga bisa bermanfaat.

Scroll to Top